Respons Iran seusai Proposal Terbarunya Ditolak Trump, Tuduh AS yang Ajukan Tuntutan Tak Masuk Akal
Nathanael MoerRahardian May 11, 2026 11:57 PM

- Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Bagaei menegaskan bahwa proposal terbaru Iran masuk akal.

Hal ini disampaikan Baghaei menanggapi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut proposal Iran sama sekali tidak bisa diterima.

Dalam keterangan resmi pada Senin (11/5/2026), Baghaei justru menuduh AS sebagai pihak yang mengajukan tuntutan tidak masuk akal.

Menurutnya, Iran hanya berupaya mengamankan hak-haknya dan telah menawarkan tuntutan yang murah hati.

Baghaei lantas menjabarkan sejumlah tuntutan Iran yang dinilai jelas.

Mulai dari seruan diakhirinya perang, pencabutan blokade dan pembajakan kapal oleh AS, hingga pembebasan aset Iran yang dibekukan.

Baghaei menambahkan, penghentian konflik juga termasuk di Lebanon.

"Jalur aman melalui Selat Hormuz dan penegakan keamanan di kawasan dan Lebanon adalah tuntutan lain dari Iran, yang dianggap sebagai tawaran yang murah hati dan bertanggung jawab untuk keamanan regional," kata Baghaei.

Semua itu dilakukan semata-mata demi terciptanya perdamaian di Timur Tengah.

Baghaei menambahkan bahwa Iran saat ini tidak fokus pada keputusan terkait pengayaan uranium atau masa depan aktivitas nuklirnya.

Fokus utama adalah mengakhiri perang.

Ia menegaskan kembali bahwa Iran bukan bangsa penindas, melainkan menentang penindas.

Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Nathanael Moer Rahardian
Uploader: bagus gema praditiya sukirman

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.