Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Nuraini Faiq
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah mendorong setiap kegiatan yang diinisiasi Pemkot Surabaya berbasis kelompok masyarakat dan warga.
Warga harus menjadi pelaku utama.
Menjadi subjek dalam berkegiatan. Bahkan dalam setiap program apa pun, semua harus memberi kesempatan seluas-luasnya untuk warga makin berpartisipasi.
"Apalagi acara Festival atau acara yang mendatangkan banyak orang. Warga harus dijadikan subjek. Berjualan atau penggerak ekonomi acara," kata Laila.
Baca juga: Wujudkan Pendidikan Inklusif, Wali Kota Eri Cahyadi Resmikan 3 PAUD Negeri Baru di Surabaya
Laila meminta Pemkot Surabaya lebih berorientasi pada impact daripada kemeriahan sesaat. Saat digelar festival Rujak Uleg di Surabaya Expo Center (SBEC), ribuan orang hadir.
Festival makanan otentik ini dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menandaskan bahwa festival tahunan tersebut bukan sekadar pesta kuliner.
Ada semangat persatuan dan kekompakan warga kota. Semua elemen masyarakat dilibatkan. Mulai dari perwakilan RW, sentra wisata kuliner (SWK), hotel, hingga berbagai komunitas turut ambil bagian dalam festival rujak.
“Sing ikut nguleg iku bukan hanya OPD. Ono sing teko RW, SWK, hotel, kabeh melu. Artine Surabaya iki dibangun karo guyup rukun kabeh lapisan masyarakat,” kata Eri Cahyadi.
Eri menegaskan, semangat kebersamaan itulah yang harus terus dijaga warga Surabaya di tengah perkembangan kota yang semakin modern dan heterogen.
Festival Rujak Uleg 2026 sendiri berlangsung meriah sejak sore hari dengan menghadirkan parade kostum tematik, hiburan musik, bazar UMKM, hingga lomba nguleg rujak bersama di area utama SBEC.