‎Festival Rujak Uleg Gerakkan Ekonomi Rakyat, Laila Mufidah: Harus Ada Festival Kuliner Diperluas
Sudarma Adi May 12, 2026 12:14 AM

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Nuraini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - ‎Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah mengapresiasi pelaksanaan Festival Rujak Uleg 2026. Selain berlangsung meriah dengan ribuan pengunjung, tapi juga telah membentuk ekosistem baru dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.

‎Tercatat pengunjung yang memadati Surabaya Expo Center (SUBEC) di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya pada malam Minggu kemarin menyentuh sekitar 12.000 pengunjung.

‎Sementara perputaran ekonomi di even tahunan tersebut diklaim telah mencapai mencapai Rp 1,2 miliar. Banyak pula pengunjung dari luar kota dan masyarakat di Surabaya memadati arena festival.

‎‎Festival Rujak Uleg tahunan itu telah menjadi tujuan wisata yang menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Sejak 2023, Festival Rujak Uleg telah menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI.

Baca juga: Wujudkan Pendidikan Inklusif, Wali Kota Eri Cahyadi Resmikan 3 PAUD Negeri Baru di Surabaya

‎‎Festival makanan khas Surabaya itu bahkan telah masuk dalam 125 even terbaik nasional. Makanan otentik yang kaya citra rasa tinggi khas Surabaya ini selalu dinantikan.

‎‎Namun Laila lebih mendorong even level apa pun harus memberi nilai tambah untuk makin menggerakkan roda ekonomi warga. Mengingat saat ini warga makin tertekan dengan situasi fiskal nasional dan global.

‎‎"Festival seperti Rujak Uleg dan even dengan menghadirkan ribuan pengunjung  sangat dinantikan. Selain wisata, yang utama adalah bagaimana menggerakkan ekonomi kerakyatan berjalan berkelanjutan," kata Laila.

‎‎Politisi PKB ini melihat bahwa sektor wisata memang akan memberi dampak terhadap ekonomi. Ribuan pengunjung butuh hiburan. Mereka juga perlu makan dan minum.

‎‎Bahkan yang dari luar kota juga butuh inapan. Hotel banyak dikunjungi. Pelaku UMKM yang mendapat tempat di lokasi festival makin laris. Semuanya menunjukkan ekonomi tergerak.

‎‎Ekosistem Baru

‎‎Festival Rujak Uleg tidak boleh terhenti hanya pada kemeriahan acara. Tidak pula hanya pada jumlah pengunjung yang mencapai ribuan.

‎‎Harus didorong menjadi ikhtiar bersama untuk mendorong tergeraknya ekonomi warga. Festival itu sudah tepat menggandeng semua pelaku UMKM di Surabaya untuk menjadi bagian dari rangkaian festival.

‎‎"Dengan kata lain, harus terbangun ekosistem baru dalam memacu ekonomi kerakyatan. Tidak hanya kalangan tertentu yang mendapat berkah dari even itu. Semua mendapat impact ekonomi," kata Laila.

‎‎Semua kantor dinas, BUMN, hotel, bank, dan semua elemen kota ikut memeriahkan festival Rujak Uleg. Mereka seperti berlomba ikut menyajikan rujak terenak khas Surabaya.

Baca juga: Bangun Bozem Tanjungsari Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Target Bebas Banjir pada November 2026

‎‎Sementara pelaku UMKM juga mendapat kesempatan yang sama untuk mendapat impact ekonomi dengan berjualan.

‎‎"Untuk itu kami mendorong adanya festival turunan yang teragendakan rutin. Festival yang berdampak pada ekonomi warga harus diperluas," desak Laila.

‎‎Banyak kuliner otentik yang lekat dengan masyarakat Surabaya. Selain Rujak Uleg ada Lontong Balap dan makanan khas lainnya. 

‎‎Lidah warga Surabaya yang sudah terlanjur akrab dengan sate kerang dan lento dan tauge sangat merindukan lontong balap. Sudah ada festival Lontong Balap. Tapi harus ditingkatkan skalanya.

‎‎Bangkitkan Anak Muda

‎‎Pemkot melalui Dinas Pariwisata harus menempatkan makanan otentik Surabaya sebagai potensi destinasi. Apalagi era anak muda dan gen Z saat ini belum tentu akrab dengan makanan khas kotanya.

‎‎Festival Rujak Uleg menjadi jawaban akan kebutuhan anak muda. Dengan sentuhan kekinian dalam festival akan menarik minat Gen Z mengenali budaya melalui makanan khas kotanya.

‎‎Banyak elemen dan beragam kelompok ambil bagian dalam festival Rujak Uleg. Mereka membawa cobek lengkap dengan bumbu. Tidak hanya sajian dan rasa, tapi juga performa, tampilan, kekompakan dan inovasi menambah serunya festival.

‎‎Laila mendesak agar festival yang menjadi  agenda tahunan harus memberi ruang bagi pelaku UMKM. Harus terus didorong agar setiap kegiatan Pemkot Surabaya bisa memberi nilai lebih pada denyut nadi ekonomi warga.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.