Apa Saja Poin Usulan Perdamaian Iran yang Ditolak Trump untuk Akhiri Perang
Ansari Hasyim May 12, 2026 01:03 AM

 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tegas menolak respons terbaru Iran atas usulan perdamaian Washington untuk mengakhiri perang yang dampaknya telah mengguncang ekonomi global.

Penolakan itu disampaikan Trump lewat platform Truth Social dan ditegaskan kembali di hadapan publik: “SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!”

Penolakan tersebut muncul setelah Teheran mengirimkan proposal balasan melalui mediator Pakistan.

Trump menuding Iran “bermain-main” dan menyebut negara itu telah “mempermainkan Amerika Serikat dan dunia selama 47 tahun.”

Namun, di balik retorika keras, fakta di lapangan menunjukkan negosiasi telah buntu lebih dari sebulan sejak gencatan senjata sementara berlaku pada 8 April.

Iran menuntut pengakhiran perang secara permanen, sementara Trump memasang dua syarat keras: pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima ekspor minyak dan gas dunia, serta pembatasan ketat kemampuan nuklir Iran yang disebutnya sebagai “garis merah”.

Latar Ketegangan

Blokade de facto Iran atas Selat Hormuz dipandang sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Di sisi lain, Washington memberlakukan blokade angkatan laut ke pelabuhan Iran, bahkan di tengah gencatan senjata, yang justru memperuncing ketegangan.

Aksi saling cegat kapal pun berlanjut, sementara negara-negara Teluk kembali terdampak serangan.

Baca juga: Trump Ngaku Ingin Rebut Debu Nuklir Iran yang Terkubur, Tapi AS Bingung Cara Masuknya

Lalu, apa saja poin usulan perdamaian Iran yang membuat Trump berang?

 
Poin-Poin Usulan Iran dan Alasan Ditolak Trump

1. Akhiri Perang di Semua Front

Iran mengusulkan penghentian perang secara menyeluruh, termasuk di Lebanon, tempat Israel melakukan serangan besar dan invasi darat. Teheran ingin “pemanasan permusuhan” (de-escalation) menjadi tahap awal sebelum masuk ke isu-isu strategis.

Sumber resmi Iran menyebut respons itu “realistis dan positif” serta menegaskan bola kini ada di tangan Washington.

Mengapa ditolak?

Trump menilai pendekatan bertahap tersebut mengulur waktu dan tidak menjamin kepentingan keamanan AS terpenuhi sejak awal.

2. Keamanan Maritim Teluk & Selat Hormuz

Tahap pertama negosiasi versi Iran menekankan jaminan keamanan pelayaran di Teluk dan Selat Hormuz, sebelum pembahasan lanjutan.

Mengapa ditolak?

AS menuntut pembukaan Selat Hormuz sebagai prasyarat awal—bukan hasil dari tahap pertama negosiasi.

3. Uranium Diperkaya: Sebagian Dimusnahkan, Sisanya Dipindah

Iran disebut mengusulkan agar sebagian dari sekitar 440 kg uranium sangat diperkaya dimusnahkan, sementara sisanya dipindahkan ke negara ketiga. Teheran juga siap menangguhkan pengayaan, namun untuk periode lebih singkat dari moratorium panjang yang diminta AS.

Mengapa ditolak?

Washington menuntut pengayaan nol persen dan menolak penggunaan fasilitas nuklir Iran, menilai tawaran Teheran belum cukup menjamin.

4. Pencabutan Sanksi & Akses Aset

Mengapa ditolak?

Bagi Trump, pelonggaran sanksi tanpa konsesi nuklir maksimal berisiko melemahkan tekanan yang dianggap efektif.

Jalan Buntu yang Kian Terang

Perbedaan pendekatan inilah yang membuat negosiasi kembali macet. Iran ingin urutan: deeskalasi keamanan maritim, isu nuklir & regional. AS memilih kebalikannya: jaminan strategis dulu, baru pembicaraan lanjutan.

Dengan Selat Hormuz masih sensitif dan isu nuklir tetap jadi “garis merah”, peluang terobosan tampak tipis, setidaknya selama kedua pihak bersikukuh pada prasyarat masing-masing.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.