TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Polres Kapuas Hulu berhasil menangkap pelaku pembacokan sepasang suami istri lansia, Kiman (78) dan Aci (77) di Dusun Jaya Cemerlang, Desa Kandung Suli, Kecamatan Jongkong, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat pada Minggu 10 Mei 2026 pukul 17.30 WIB lalu.
Akibat peristiwa keji itu, Kiman dinyatakan meninggal sedangkan Aci mengalami luka bagian tangan dengan kondisi kritis.
Kasi Humas Polres Kapuas Hulu, Iptu Jamali menyampaikan, pelaku sudah dibawa ke Mapolres Kapuas Hulu, untuk diproses secara hukum yang berlaku.
"Termasuk barang bukti senjata tajam yang digunakan pelaku membacok korban, sudah diamankan ke Mapolres Kapuas Hulu," ujarnya kepada TribunPontianak, Senin 11 Mei 2026.
Siapakah pelaku keji tersebut?
Dari usut polisi, pelaku merupakan pria berinisial HS.
Ia berusia 42 tahun.
• Fakta-fakta Kasus Pembacokan Lansia di Kapuas Hulu, Penyerang Diduga Punya Gangguan Jiwa
Iptu Jamali menyebut pihaknya masih mendalami motif HS melakukan hal keji itu.
Pihak Kepolisian masih tetap melakukan pendalaman lebih lanjut, semua tim penyidik dan INAFIS Polres Kapuas Hulu, masih di lokasi kejadian perkara.
INAFIS menduga kuat pelaku mengalami gangguan jiwa.
"Informasi dari masyarakat, masih akan diverifikasi melalui proses pemeriksaan, apakah betul pelaku ganguan jiwa atau tidak," ujar Iptu Jamali.
• Polisi Ungkap Detik-detik Pembacokan Pasutri Lansia di Kapuas Hulu, Satu Korban Tewas
Minggu 10 Mei 2026 pukul 17.30 WIB, pelaku masuk ke rumah korban.
Saat itu Aci yang sedang menonton TV diserang lebih dulu.
Tiba-tiba pelaku datang dan langsung menyerang Aci.
Aci langsung berteriak minta tolong.
Mendengar suara minta tolong, Kiman langsung datang ke ruang tamu.
Namun Kiman turut menjadi sasaran pembacokan pelaku, serangan hingga mengalami luka serius pada bagian leher.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut, langsung memberikan pertolongan dan membawa kedua korban ke fasilitas kesehatan.
Namun Kiman dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Jongkong, dan nenek kondisi tidak sadarkan.
Kiman mengalami luka serius di bagian leher, mengakibatkan terjadi pendarahan hebat, sehingga nyawanya tidak tertolong.
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!