TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu kasus virus hanta resmi terkonfirmasi di Kalimantan Barat.
Kabar itu diungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, dr Erna Yulianti.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) baru saja merilis keterangan resmi terkait perkembangan virus hanta di wilayah Indonesia.
Melalui postingan yang diunggah di kanal media sosial Kemenkes RI, tercatat sudah ada 23 kasus virus hanta yang terkonfirmasi secara resmi
"Iya benar (virus hanta terkonfirmasi di Kalbar," ujar dr Erna saat dikonfirmasi, Senin 11 Mei 2026.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kasus virus hanta yang telah terkonfirmasi ini, telah disampaikan oleh Kemenkes RI tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim oleh Dinkes Provinsi, salah satunya Kalbar.
Kata dr Erna, pihaknya terus berkoordonasi dan bekerjasama dengan Balai Karantina Kesehatan Kelas 1 Pontianak untuk upaya mencegah masuknya atau pembawa virus hanta.
"Untuk saat ini salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah (virus hanta) adalah dengan melakukan Sosialisasi kepada Masyarakat untuk aktif melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menyampaikan edukasi gejala dan bahaya dari virus hanta," tutupnya.
• Heboh Hanta Virus! Kenali Potensi dan Gejalanya, Penularan Antarmanusia Jarang Terjadi
Virus hanta adalah kelompok virus yang ditularkan oleh tikus dan hewan pengerat lain, dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru (Hantavirus Pulmonary Syndrome/HPS) atau ginjal dan pembuluh darah (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome/HFRS).
Penularannya terjadi melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi, terutama lewat debu yang terhirup.
Penyakit ini jarang, tetapi berpotensi fatal dengan tingkat kematian hingga 40 persen pada HPS.
-Menghirup debu yang terkontaminasi urine, feses, atau air liur tikus.
-Kontak langsung dengan cairan tubuh tikus.
-Makanan terkontaminasi.
-Gigitan tikus yang terinfeksi.
• Waspada! Virus Hanta Renggut Nyawa Pasien di Kalbar, dr Harisson Jelaskan Tanda-tanda Virus
-HPS (paru-paru): demam, nyeri otot, batuk, sesak napas, edema paru.
-HFRS (ginjal): demam, sakit kepala, nyeri punggung, perdarahan, gagal ginjal akut.
-Gejala muncul 1–8 minggu setelah paparan.
-PHBS: rajin cuci tangan, jaga kebersihan makanan.
-Pengendalian tikus: tutup akses masuk tikus, gunakan perangkap.
-Sanitasi lingkungan: bersihkan rumah/gudang dengan disinfektan.
-APD: gunakan alat pelindung bila bekerja di area berisiko tinggi.
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!