TRIBUNTRENDS.COM -- Sosok Josepha Alexandra tengah menjadi sorotan publik usai diduga dicurangi saat mengikuti ajang Nasional Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI yang digelar di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (9/5/2026).
Siswi SMAN 1 Pontianak yang akrab disapa Ocha itu viral di media sosial setelah videonya berdebat dengan dewan juri tersebar luas di berbagai platform.
Peristiwa tersebut membuat publik ramai menyoroti keputusan juri karena jawaban Josepha Alexandra dianggap salah, sementara jawaban peserta lain yang dinilai sama justru diberi poin penuh.
Insiden bermula ketika pembawa acara membacakan pertanyaan mengenai pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK.
“Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan Dewan Perwakilan Daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?” tanya MC.
Tak lama setelah pertanyaan dibacakan, Josepha Alexandra langsung menekan bel dan menjawab dengan percaya diri.
“Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh presiden,” ujar Josepha Alexandra.
Namun jawaban tersebut justru dinyatakan salah oleh juri bernama Dyastasita WB.
“Nilai minus lima,” kata Dyastasita WB.
Tak berselang lama, pertanyaan serupa kembali diberikan kepada peserta lain dari SMAN 1 Sambas.
Peserta dari regu B4 kemudian memberikan jawaban yang dinilai publik hampir sama persis dengan jawaban Josepha Alexandra sebelumnya.
“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh presiden,” jawab peserta B4.
Berbeda dengan Josepha Alexandra, jawaban tersebut justru dinyatakan benar oleh dewan juri dan diberikan nilai penuh.
Baca juga: Kronologi Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Viral, Juri Dinilai Tak Konsisten hingga MPR RI Minta Maaf
“Iya inti jawabannya sudah benar, nilai 10,” ujar Dyastasita WB.
Merasa keberatan, Josepha Alexandra langsung menyampaikan protes kepada dewan juri karena menilai jawabannya sama dengan peserta sebelumnya.
“Dewan juri, izin. Tadi kami menjawabnya sama seperti regu B, sama,” kata Josepha Alexandra.
Namun Dyastasita WB menyebut bahwa dalam jawaban Josepha Alexandra sebelumnya tidak terdengar penyebutan Dewan Perwakilan Daerah atau DPD.
“Tadi disebutkan regu C ya itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada,” ujar Dyastasita WB.
Josepha Alexandra kemudian kembali menegaskan bahwa dirinya sudah menyebutkan DPD dalam jawaban tersebut.
“Ada, ada. Tadi saya mengatakan seperti ini 'Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh presiden',” ungkap Josepha Alexandra.
Meski telah membela diri, keputusan juri tetap tidak berubah.
Bahkan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi Indri Wahyuni ikut menanggapi protes tersebut dengan menyinggung soal artikulasi Josepha Alexandra saat menjawab pertanyaan.
“Kan sudah diperingatkan dari awal, artikulasi itu penting. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai kalian karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus lima,” ungkap Indri Wahyuni.
Video tersebut kemudian viral dan menuai banyak komentar dari netizen yang menilai Josepha Alexandra mengalami ketidakadilan dalam perlombaan tersebut.
Diketahui, Josepha Alexandra bukan kali pertama mengikuti lomba cerdas cermat MPR RI.
Pada tahun 2025 lalu, ia bersama timnya bahkan berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi serupa.
“Lucu ya, ga sengaja nonton ulang kejadian yang mengungkap 'perasaan' siapa yang sebenarnya salah... C2 izin muncul ke permukaan,” tulis Josepha Alexandra melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor/khairunnisa)