TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Kasdi (73), warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, ditemukan tewas di Sungai Bodri setelah dilaporkan hilang sejak Minggu (10/5/2026).
Sekretaris BPBD Kendal Ahmad Huda Kurniawansah mengatakan, Kasdi temukan meninggal di bangunan pemecah arus sungai sekitar pukul 09.45 WIB.
"Iya, sudah ditemukan pagi tadi," kata Ahmad Huda, Selasa (12/5/2026) siang.
Kasi Kedaruratan BPBD Kendal Iwan Sulistyo menerangkan, korban ditemukan setelah tim memperluas area pencarian di sepanjang aliran Sungai Bodri.
Baca juga: Warga Patebon Kendal Diduga Hanyut di Sungai Bodri, Hilang setelah Pamit ke Kebun di Bantaran Kali
Pada hari ketiga pencarian, tim SAR membagi penyisiran melalui jalur air dan darat.
Penyisiran jalur air menggunakan perahu karet dari lokasi kejadian hingga TPI Pilangsari.
Sementara, dua rescue boat BPBD dan satu rescue boat Basarnas menyisir kawasan Tanggulmalang hingga muara Sungai Bodri.
"Dari relawan BPBD, Basarnas, TNI-Polri bersama warga ikut membantu pencarian. Dan alhamdulillah korban sudah ditemukan," ungkapnya.
Iwan menuturkan, jenazah ditemukan sekitar 1 kilometer dari ladangnya di tepi Sungai Bodri.
"Korban ditemukan di lokasi pancang arus dengan jarak kurang lebih satu kilometer dari titik awal kejadian," sambungnya.
Kapolsek Patebon AKP Rozikin menambahkan, proses evakuasi dilakukan petugas gabungan bersama warga secara hati-hati.
Hal ini dilakukan lantaran tubuh korban tersangkut di bangunan pemecah arus sungai.
Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke RSUD dr H Soewondo Kendal untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Baca juga: Bapak-bapak Takut Ketahuan Sakit, Bupati Kendal Gelar Dokter Keliling
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,"
"Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan." katanya.
Warga Desa Kumpulrejo RT 02 RW 03 itu sebelumnya pamit menggarap ladang di sekitar tanggul sungai.
Saat itu, korban berangkat ke ladang sekitar pukul 10.00 WIB.
Namun, hingga zuhur tiba, korban tak kunjung pulang ke rumah.
Korban diduga hanyut selepas selesai menggarap ladang.
Keluarga kemudian melakukan pencarian dan melaporkan kejadian ini ke tim SAR.
Di hari pertama pencarian, tim SAR gabungan hanya menemukan bibit tanaman beserta sabit yang dibawa korban. (*)