Zulkifli Zain Buka Suara Terkait Dinamika Jelang Musda Golkar Sulsel
Waode Nurmin May 12, 2026 06:08 PM

TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - Ketua DPD II Partai Golkar Sidrap, Zulkifli Zain, buka suara terkait dinamika politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulsel.

Ia menilai persaingan menuju kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel akan berlangsung ketat.

Menurutnya, sejumlah figur mulai aktif membangun komunikasi politik dengan pengurus daerah jelang Musda.

Meski demikian, anggota DPRD Sulsel itu berharap Musda Golkar Sulsel tetap melahirkan sosok pemimpin yang mampu merangkul seluruh kekuatan partai.

Ia berharap Ketua Golkar Sulsel terpilih nantinya tidak hanya fokus pada kemenangan politik semata.

Namun juga mampu menjaga kekompakan dan persatuan kader di internal partai.

“Saya hanya berharap Ketua Golkar Sulsel terpilih nantinya betul-betul bisa membawahi dan membesarkan Golkar,” ujar Zulkifli Zain merespons dinamika internal Golkar Sulsel, Selasa (12/5/2026).

Ia mengungkapkan komunikasi politik para kandidat dengan pengurus DPD II Golkar terus berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Bahkan, sejumlah tokoh yang disebut bakal maju pada Musda Golkar Sulsel disebut telah datang langsung bersilaturahmi ke kediamannya di Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap.

Menurut Zulkifli, pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya para kandidat membangun komunikasi dengan pemilik suara menjelang Musda Golkar Sulsel.

Kendati demikian, Golkar Sulsel telah nyatakan sikap dukung penuh Munafri Arifuddin maju Musda Golkar Sulsel.

“Semuanya sudah silaturahmi,” katanya.

Jangan Jadikan Musda Golkar Sulsel Pemicu Perpecahan Kader

Sejumlah Ketua DPD II Partai Golkar di Sulsel mengingatkan Bahlil Lahadalia agar pelaksanaan Musda XI Golkar Sulsel berjalan kondusif.

Musda Golkar Sulsel diharapkan tidak lagi melahirkan konflik internal berkepanjangan.

Mereka menilai soliditas partai harus menjadi prioritas utama dalam menentukan kepemimpinan baru Golkar Sulsel.

Peringatan tersebut tidak lepas dari pengalaman Musda X Golkar Sulsel pada tahun 2020.

Kala itu, Musda sedianya akan digelar di Makassar pada Agustus 2020.

Namun agenda tersebut akhirnya dipindahkan ke Kantor DPP Golkar di Jakarta.

Pemindahan dilakukan karena panitia steering committee tidak memperoleh izin dari pihak kepolisian.

Selain faktor itu, kondisi internal Golkar Sulsel saat itu juga tengah diwarnai persaingan ketat antarkandidat.

Situasi tersebut memicu dinamika politik yang cukup besar di tubuh partai berlambang pohon beringin.

Karena itu, DPP Golkar diharapkan lebih cermat mengambil keputusan pada Musda XI mendatang.

Hal tersebut diingatkan Ketua DPD II Golkar Bulukumba, Nirwan Arifuddin.

Ia meminta DPP Golkar mendengarkan aspirasi kader akar rumput sebelum menentukan figur Ketua Golkar Sulsel.

Menurutnya, komunikasi dan musyawarah harus menjadi prioritas agar Musda berjalan kondusif.

Terlebih melahirkan pemimpin yang mampu membesarkan partai beringin di Sulsel.

“Sekarang ini eranya kita harus selalu duduk manis semua, untuk dikomunikasikan dan dimusyawarahkan supaya bisa tercipta pemimpin yang baik dan bisa mengedepankan kepentingan partai,” ujar Nirwan.

Nirwan menilai pengalaman kekalahan Golkar di Sulsel pada Pemilu Legislatif 2024 harus menjadi bahan evaluasi bersama. 

Ia mengingatkan keputusan yang tidak tepat dapat berdampak besar terhadap soliditas partai.

Menurutnya, Musda sebelumnya harus menjadi pembelajaran agar konflik internal tidak kembali terulang di tubuh Golkar Sulsel.

“Itu harapan kami sebagai kader. Karena kalah-ki ini Golkar di tingkat provinsi,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh kader Golkar di Sulsel untuk mengutamakan kepentingan partai dibanding kepentingan kelompok tertentu.

“Olehnya itu, kalau mau baik, kita dahulukan semuanya kepentingan partai,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Nirwan Arifuddin turut menyebut nama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Ia menilai Munafri alias Appi menjadi salah satu figur yang layak dipertimbangkan memimpin Golkar Sulsel.

“Kita mau Golkar besar, kebetulan ada wali kota Makassar ini. Jadi itu salah satu pertimbangan. Tapi kita ini menunggu arahan dan petunjuk DPP,” ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.