Bupati Bangka Fery Insani Setop OPD Setor Hewan Kurban
Ardhina Trisila Sakti May 12, 2026 06:29 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka, Fery Insani memberikan penegasan dan ultimatum kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) soal pengumpulan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha mendatang.

Jika sebelumnya Kepala OPD mengumpulkan hewan kurban, namun kali ini Fery Insani menyatakan bahwa dirinya tidak ingin lagi mendengar adanya instruksi atau tekanan kepada para Kepala Dinas maupun pegawai untuk mengumpulkan sapi kurban secara kolektif.

"Semenjak saya menjabat Bupati, tidak boleh ada lagi kewajiban bagi Perangkat Daerah untuk menyumbang. Karena itu sifatnya sukarela dan itu kan ibadah," tegas Fery Insani, Selasa (12/5/2026).

Mantan Kepala Bapeda Provinsi Bangka Belitung (Babel) menekankan esensi berkurban adalah keikhlasan individu kepada Sang Pencipta, bukan karena rasa sungkan kepada atasan atau sekadar memenuhi formalitas jabatan.

​Ia mengaku heran dengan pola lama yang mengharuskan setiap dinas menyetor sapi. Menurutnya, hal tersebut tidak memiliki dasar aturan yang kuat dan justru mencederai nilai ibadah itu sendiri.

​"Masa setiap dinas saya minta satu sapi? Apa pula dasar saya minta? Ibadah itu sukarela dan panggilan hatilah. Jadi mulai tahun ini, saya tidak meminta kepada Perangkat Daerah. Saya close itu, tidak boleh," ujarnya.

Meskipun begitu, Fery memastikan stok hewan kurban untuk masyarakat Bangka tetap tersedia melalui jalur-jalur yang lebih tepat, seperti CSR perusahaan dan bantuan mandiri.

​Salah satu yang paling dinantikan adalah sapi kurban bantuan dari Presiden Republik Indonesia.

Tidak main-main, sapi jenis Limosin dengan bobot jumbo akan dikirimkan ke Desa Labu, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka.

​"Sapi Presiden ada, saya tempatkan di Desa Labu. Informasinya bobotnya mencapai 1 ton. Nanti kalau ada kelebihan, kita bagi-bagi secara merata. Namanya juga rezeki, harus dirasakan masyarakat," ungkapnya.

Bahkan bukan hanya sapi Presiden saja, bantuan dari PT Timah melalui program CSR juga telah dikoordinasikan.

Pemerintah Kabupaten Bangka kini fokus memetakan wilayah-wilayah yang paling membutuhkan agar tidak terjadi penumpukan bantuan di satu lokasi saja.

​"Kami mengatur distribusinya supaya jangan ada yang dobel. Kita ingin semua masyarakat, terutama di pelosok desa bisa merasakan kebahagiaan di hari raya kurban nanti," kata dia.

(Bangkapos.com/Adi Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.