TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta resmi menetapkan lima paket strategis pembangunan fisik untuk tahun anggaran 2026.
Kelima proyek prioritas ini bakal dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta.
Penetapan tertuang dalam Keputusan Wali Kota Yogyakarta Nomor 100 tahun 2026, menyasar berbagai sektor mulai dari sarana pendidikan hingga mitigasi bencana melalui rehabilitasi talud sungai.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Yogyakarta, Joko Budi Prasetyo, menuturkan penentuan lima paket strategis telah mengikuti regulasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Meski demikian, ia tidak manampik, jumlah proyek yang ditetapkan memang lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai 10 paket.
Joko menyebut, sebagian besar proyek tersebut, sampai sejauh ini, sudah masuk ke dalam sistem lelang pengadaan secara elektronik (LPSE).
"Yang belum masuk LPSE perbaikan berkala trotoar Jalan Sultan Agung. Kalau yang lain sudah masuk. Target kami yang trotoar ini Juni masuk," katanya, Selasa (12/5/2026).
Baca juga: Tersangka Kekerasan di Daycare Little Aresha Juga Dijerat Pelanggaran Sistem Pendidikan Nasional
Seluruh proyek digarap lewat alokasi APBD Kota Yogyakarta 2026, dengan rincian pembangunan SD Negeri Ngabean (Rp4,5 miliar), dan Saluran Air Hujan (SAH) di Kemantren Kotagede (Rp3,08 miliar).
Lalu, pemeliharaan berkala trotoar Jalan Sultan Agung (Rp2,2 miliar), rehabilitasi talud Sungai Winongo di wilayah Pakuncen (Rp1,5 miliar), serta pembangunan sambungan rumah dan saluran pembawa di Gedongkiwo (Rp1,07 miliar).
"Titik tekannya terutama di pembangunan gedung. Kalau yang lain karena pekerjaannya seperti perbaikan berkala trotoar, itu bisa dikerjakan bersamaan. Tapi untuk gedung harus berurutan," paparnya.
Adapun pemilihan paket strategis ini tidak sembarangan, mengingat ada kriteria khusus seperti dampak luas bagi warga masyarakat, serta perannya sebagai penunjang visi misi kepala daerah.
Kepala Bidang Penataan Bangunan Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Fakhrul Nur Cahyanto, mengungkapkan bahwa pembangunan SDN Ngabean akan dibuat menjadi dua lantai.
"Sesuai tata kala di LPSE kemungkinan pembangunan akan dimulai pada awal Juni. Tergantung proses di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa," tandasnya.
Selanjutnya, untuk penanganan drainase, Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Rahmawan Kurniadi menjelaskan, proyek SAH di Kotagede akan difokuskan di sebagian ruas Jalan Kemasan dan Jalan Nyi Pembayun.
Langkah tersebut, imbuhnya, merupakan kelanjutan dari revitalisasi yang pernah dilakukan sebelumnya namun belum tuntas sepenuhnya.
"Dulu hanya sampai depan (Kantor) Kundha Kabudayan Kota Yogyakarta. Sekarang menyambung dengan pekerjaan bidang jalan 2024 Jalan Gedongkuning sampai ke pekerjaan SAH tahun 2020," tandasnya. (*)