Jemaah Haji Lansia asal Lampung Diingatkan Batasi Aktivitas sebelum Puncak Rangkaian Ibadah 
soni yuntavia May 12, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Adaptasi terhadap cuaca Arab Saudi yang panas menjadi tantangan tersendiri bagi kondisi kesehatan jemaah haji asal Lampung di musim haji 2026.

Kondisi ini membuat petugas haji mengingatkan para jemaah lansia dan maupun yang memiliki riwayat penyakit dengan Risiko Tinggi (Risti) agar membatasi aktivitas sebelum puncak rangkaian ibadah.

Winardi, Ketua Kloter JKG 07 asal Lampung mengatakan bahwa rombongannya yang tiba di Makkah dengan 11 bus sejak 5 Mei lalu.

Ia melaporkan, sejauh ini konsisi jemaah secara umum dalam kondisi baik, hanya saja cuaca panas di tanah suci mulai berdampak pada fisik jemaah.

"Ada yang sakit batuk pilek karena adaptasi cuaca di sini panas, tapi masih bisa ditangani tim medis kloter," kata Winardi dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026)

Selain faktor cuaca, kelelahan akibat mobilitas yang tinggi menyebabkan jumlah pengguna kursi roda.

Ketua Kloter JKG 12, Ahmad Saidi, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna kursi roda di kloter yang ia pimpin kini yang semula hanya 22 orang menjadi 32 orang saat di tanah suci.

"Rata-rata keluhannya memang karena lelah dan mobilitas tinggi, karena faktor umur juga karena dia sudah lansia, jadi dia minta kursi roda," ungkap Saidi.

Menyikapi hal tersebut, petugas menerapkan kebijakan berbeda terkait aktivitas ibadah antara jemaah yang sehat dengan jemaah lansia atau yang sedang sakit.

Bagi jemaah yang memiliki kondisi fisik prima, mereka tetap diperbolehkan melakukan ibadah salat lima waktu di masjid maupun menjalankan ibadah sunnah.

"Aktivitas jemaah yang sehat bisa di Masjidil Haram atau masjid, namun bagi lansia kami sarankan tetap di hotel saja," ujar Winardi.

Pembatasan ini dilakukan secara ketat terutama untuk kegiatan fisik yang menguras tenaga seperti tawaf sunnah dan umrah sunnah.

"Ibadah sunnah tersebut tidak disarankan untuk lansia dan jemaah yang punya riwayat penyakit tertentu demi menjaga kondisi mereka," tegasnya.

Pihak medis kloter terus bersiaga memberikan penanganan bagi jemaah yang mengeluh sakit agar kondisi mereka tidak memburuk selama masa penantian puncak haji.

( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.