Kisah Jufri, Peternak Sapi di Tana Tidung yang Raih Gelar Magister dari Hasil Jualan Hewan Kurban
Cornel Dimas Satrio May 12, 2026 09:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Tingginya minat masyarakat untuk berkurban di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara), bukan sekadar menjadi rutinitas ibadah tahunan.

Bagi Muhammad Jufri, pemilik peternakan Cahaya Mandiri, momen ini adalah jembatan yang mengantarkannya meraih cita-cita pendidikan setinggi langit.

Siapa sangka, dari usaha penggemukan sapi yang ditekuni di Jalan Padat Karya, Desa Sebidai, Jufri mampu membiayai seluruh biaya kuliahnya hingga ke jenjang Magister (S2).

Bisnis hewan kurban yang ia rintis ternyata menyimpan potensi ekonomi yang sangat menjanjikan di Bumi Upun Taka.

"Di Tana Tidung ini lumayan banyak juga yang berkurban," ujar Jufri, Selasa (12/5/2026).

Modal Sukses di Tahun 2024

Perjalanan akademik Jufri sangat terbantu oleh lonjakan permintaan hewan kurban beberapa tahun terakhir.

Keuntungan dari penjualan puluhan ekor sapi menjadi modal utamanya untuk melangkah ke bangku kuliah pascasarjana.

"Karena di tahun 2024 itu saya bisa datangkan sampai 28 ekor dan itu habis semua untuk Idul Adha 2024 itu, dan dari situ lah saya bisa lanjut S2," jelas Jufri mengenang masa suksesnya.

Kesuksesan ini tidak diraih dalam semalam. Jufri sudah mulai memelihara sapi dengan sistem tradisional sejak 2015.

"Sebelumnya mungkin sekitar tahun 2015 itu saya sudah mulai dengan sistem pemeliharaan tradisional yang main ikat berpindah-pindah tempat begitu dengan sapi sekitar lima ekor," ungkapnya.

Ia baru mulai menyeriusi usaha ternak sapi kurban secara modern pada tahun 2020.

Semangat belajarnya yang tinggi sempat membuat Jufri menghentikan sementara bisnisnya pada tahun 2025 demi fokus menyelesaikan studi.

"Saya sempat jeda karena lanjut kuliah S2," katanya.

HEWAN KURBAN - Kondisi kandang ternak milik Jufri di Jalan Padat Karya, Sebidai, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, Sabtu (9/5/2026). Dari usaha bisnis hewan kurban yang ditekuninya, Jufri mampu membiayai kuliahnya hingga ke jenjang Magister (S2).
HEWAN KURBAN - Kondisi kandang ternak milik Jufri di Jalan Padat Karya, Sebidai, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, Sabtu (9/5/2026). Dari usaha bisnis hewan kurban yang ditekuninya, Jufri mampu membiayai kuliahnya hingga ke jenjang Magister (S2). (ARSIP - TribunKaltara.com/Rismayanti)

Baca juga: Peternak di Tana Tidung Kaltara Pastikan Sapi Kurban Aman, Dokumen Kesehatan Lengkap

Kini, di tahun 2026, Jufri kembali terjun ke lapangan. Meski baru memulai kembali dengan mendatangkan 12 ekor sapi Bali dari Kupang dan Sulawesi Selatan, dagangannya langsung diserbu pembeli.

Hingga saat ini, tersisa lima ekor sapi yang masih tersedia karena sebagian besar sudah lunas dipesan masyarakat.

"Beberapa minggu menjelang Idul Adha ini sudah ada yang memesan dan sudah membayar sapi kurban di saya," ujarnya.

Untuk memanjakan pembeli, Jufri menyediakan fasilitas penitipan hewan tanpa biaya tambahan hingga hari pengantaran.

"Bisa mereka beli dulu nanti mendekati Idul Adha baru diantar jadi dititipkan dulu, kami pelihara sampai di waktu pengantaran baru kami antar," jelasnya.

Kepuasan pelanggan membuat jangkauan pasarnya meluas hingga ke luar daerah, seperti Malinau dan Sekatak di Kabupaten Bulungan.

Ke depan, sarjana yang segera menyandang gelar Magister ini memiliki visi besar untuk tidak hanya menggemukkan sapi, tetapi juga mengembangkan sistem pembibitan.

"Rencananya kita juga mau ternak dengan sistem indukan, jadi nanti kita sistem breeding dan sebagian penggemukan," pungkas Jufri.

(*)

Penulis : Rismayanti

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.