Laporan Wartawan TribunSolo.con, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Persis Solo tengah berada dalam situasi genting di kompetisi Super League musim 2025/2026.
Tim kebanggaan warga Kota Solo itu kini terjebak di zona merah dan berada di ambang degradasi.
Laskar Sambernyawa wajib meraih dua kemenangan pada sisa pertandingan musim ini jika ingin bertahan di kasta tertinggi musim depan.
Tidak hanya itu, Persis juga harus berharap pesaing terdekatnya, Madura United, meraih hasil buruk di dua laga terakhir mereka.
Kondisi ini membuat peluang Persis Solo untuk bertahan semakin berat dan penuh tekanan.
Mantan pemain Persis Solo yang turut mengantarkan promosi ke kasta tertinggi pada 2021, Syaiful Bachri, ikut angkat bicara mengenai kondisi tim saat ini.
Menurutnya, inkonsistensi Persis Solo sudah terlihat sejak awal musim, yang dipengaruhi oleh proses pemilihan pemain yang dinilai kurang tepat.
“Untuk kondisi tim persis saat ini dari awal kompetisi sebenarnya sudah pemilihan pemain menurut saya agak sedikit kurang untuk mengangkat tim. Dan menurut saya hilangnya beberapa pemain yang membela di musim lalu juga sedikit banyak mempengaruhi performa,” ungkap Syaiful Bachri saat dihubungi TribunSolo.com, Selasa (12/5/2026).
Syaiful juga menyoroti keputusan manajemen yang melepas sejumlah pemain asing dari musim sebelumnya.
Menurutnya, langkah tersebut berdampak besar terhadap stabilitas permainan tim.
Ia menilai beberapa pemain yang sebelumnya memperkuat Persis Solo sebenarnya masih layak dipertahankan untuk menjaga performa tim tetap kompetitif.
“Seharusnya di musim ini manajemen berani mempertahankan beberapa pemain yang musim kemarin membela Persis Solo yang bisa mengangkat tim. Pun kalau seharusnya dilepas ya dapat pengganti yang lebih baik,” lanjutnya.
Baca juga: Madura United Tumbang, Persis Solo Perpanjang Napas di Super League
Lebih lanjut, Syaiful menilai rekrutan pemain asing Persis Solo musim ini belum memberikan kontribusi maksimal.
Hal tersebut disebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat performa tim tidak stabil.
“Tapi pandangan saya pemain asing yang direkrut musim ini memang kurang mengangkat performa tim,” kata dia.
Syaiful juga mengaku sudah lama tidak berkomunikasi dengan pemain maupun staf Persis Solo.
Ia hanya masih mengenal beberapa pemain lokal seperti Eky.
Meski begitu, ia tetap memberikan dukungan dan harapan agar Persis Solo bisa selamat dari degradasi.
“Kalau harapan saya ya semoga Persis Solo tetap bisa bertahan di Super League musim depan. Apalagi saya mantan pemain yang asli warga Solo,” pungkasnya.
(*)