TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Anggota Komisi VII DPR RI Rachmawati Zainal terus menunjukkan perhatian terhadap pembangunan sektor pendidikan di Kalimantan Utara (Kaltara).
Rachmawati berjanji memperjuangkan sebanyak 500 kuota Program Indonesia Pintar (PIP) untuk pelajar di Kaltara pada tahun 2026 ini.
Politisi daerah pemilihan (dapil) Kaltara ini menilai, program tersebut menjadi bentuk perhatian Pemerintah Pusat melalui aspirasi yang diperjuangkannya di DPR RI.
Ia berharap program ini sungguh membantu anak-anak di Kaltara mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik.
"Itu program saya dari DPR RI. Dari fraksi saya memberikan bantuan Program Indonesia Pintar," ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Ia juga menjelaskan penyaluran bantuan PIP dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak di Kaltara, mulai dari organisasi keperamukaan hingga sekolah.
Nantinya kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada pelajar yang benar-benar membutuhkan.
"Dari kolaborasi ini kita memetakan untuk melihat mana yang pantas kita berikan bantuan. Termasuk kita juga akan memberikan semangat kepada mereka," katanya.
Baca juga: Anggota DPR RI Rachmawati Perjuangkan Kuota Sekolah Garuda di Kaltara, Standar Nilai Turun Jadi 8
Rachmawati juga mengatakan, kuota 500 penerima PIP tersebut akan disalurkan untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA hingga SMK sederajat.
Dalam hal ini pihaknya memastikan program bantuan pendidikan akan terus diperjuangkan agar semakin banyak pelajar di Kaltara yang mendapatkan manfaat.
"Tak hanya sampai di sini, Program Indonesia Pintar ini akan terus saya perjuangkan secara berkelanjutan bisa masuk di Kaltara," tuturnya.
Selain program PIP, Rahmawati menyebut Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga memiliki program bantuan pendidikan melalui beasiswa Kaltara Unggul.
Program tersebut disebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah dalam membantu kebutuhan pendidikan anak-anak di wilayah perbatasan.
"Dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga ada. Jadi kita bersama-sama akan terus memperjuangkan perhatian untuk sektor pendidikan di wilayah perbatasan ini," pungkasnya.
Untuk diketahui, dana Program Indonesia Pintar difokuskan untuk membantu kebutuhan personal pendidikan siswa, seperti pembelian perlengkapan sekolah, biaya operasional pendidikan hingga kebutuhan penunjang lainnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu