Seusai Bunuh Istri, Jaka Niat Temui Dukun, Pelariannya Berakhir di Dalam Bus
Noval Andriansyah May 12, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Batam - Niatan Zakaria alias Jaka (43) seusai menghabisi nyawa istrinya di Kabupaten Lingga, semakin bikin publik geleng-geleng kepala.

Ternyata dalam pelariannya, Jaka berencana menuju satu hutan di kawasan pegunungan Ponorogo.

Rupanya, Jaka sengaja menuju daerah tersebut, untuk mencari seorang dukun di kawasan pegunungan Ponorogo.

Ia mengaku ingin berguru ilmu hitam karena selama pelarian terus dihantui rasa takut dan bayang-bayang setelah membunuh istrinya.

Namun, pelarian Jaka akhirnya berakhir dramatis di dalam satu bus antarkota di wilayah Lumajang, Jawa Timur. 

Baca juga: Teka-teki Wanita Tewas Terbakar Dalam Kamar Terjawab, Ternyata Dibunuh Kerabat

Belum sempat sampai di lokasi yang dituju, langkah Jaka lebih dulu terendus aparat. 

Polisi yang sudah membuntuti pergerakannya langsung melakukan penyergapan saat bus yang ditumpanginya berhenti di wilayah Lumajang.

Suasana penangkapan berlangsung menegangkan. Pelaku sempat berusaha kabur di dalam bus sebelum akhirnya berhasil dilumpuhkan petugas dan dibawa keluar dari kendaraan.

Dikutip dari TribunBatam.id, Kapolres Lingga, AKBP Pahala, mengatakan proses penangkapan terhadap tersangka membutuhkan kerja keras karena pelaku cukup lihai menghindari kejaran aparat dengan terus berpindah-pindah tempat.

“Pelaku ini cukup pandai menghindari kejaran aparat. Dia bergerak ke lokasi-lokasi yang jauh dari aktivitas petugas dan terus berpindah tempat,” ujar AKBP Pahala saat ungkap kasus di Lobby Ditreskrimum Polda Kepri, Senin (11/5/2026).

Usai melakukan pembunuhan pada 28 April 2026, Jaka diketahui kabur dari Lingga menuju Pulau Jawa. Sejak itu, aparat kepolisian terus memburunya hingga lintas provinsi.

Dalam pelariannya, pelaku juga disebut beberapa kali mengganti nomor telepon untuk mengelabui petugas. Namun upaya tersebut gagal setelah tim berhasil melakukan pelacakan digital dan mendeteksi keberadaannya di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.

Tim gabungan Satreskrim Polres Lingga bersama Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri kemudian melakukan pengejaran dengan melibatkan Polres Banyuwangi, Polres Lumajang, dan Polres Ponorogo.

Awalnya keberadaan pelaku terlacak di Banyuwangi. Namun saat pengejaran dilakukan, diketahui Jaka sudah berada di dalam bus dan bergerak menuju Ponorogo.

“Pada saat proses penangkapan itu kami bekerja sama dengan rekan-rekan dari Polres Lumajang, Polres Banyuwangi, Polres Ponorogo, serta tim penyidik dari Polres Lingga dan Ditreskrimum Polda Kepri,” katanya.

Menurut Pahala, dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku hendak mencari orang pintar di kawasan pegunungan Ponorogo untuk mempelajari ilmu hitam.

“Pengakuan tersangka ini, dia mau ke Ponorogo, mau mencari orang pintar di pegunungan hutan. Dia mau mencari ilmu hitam,” ungkap Pahala.

Selama buron, Jaka mengaku hidup dalam ketakutan dan merasa terus dibayangi perbuatannya sendiri. Kondisi itu membuatnya berniat mencari kekuatan supranatural sebelum akhirnya berhasil ditangkap aparat.

Salah seorang anggota Polres Lingga yang ikut dalam pengejaran, Wisnu, mengatakan tim sempat kesulitan memburu pelaku karena pergerakannya sangat cepat dan berpindah-pindah lokasi.

“Sudah beberapa hari kami melakukan pengintaian dan pengejaran. Awalnya terdeteksi di satu lokasi, tidak lama kemudian sudah pindah lagi. Pelaku terus bergerak sampai akhirnya berhasil kami tangkap,” ujar Wisnu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.