Diskominfo Pangandaran Imbau Warga Waspadai Penipuan WhatsApp Catut Nama Pejabat Daerah
Dedy Herdiana May 12, 2026 06:35 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan melalui aplikasi WhatsApp yang mengatasnamakan pejabat daerah dan instansi pemerintah.

Modus penipuan itu dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan menggunakan nomor tak dikenal untuk menghubungi masyarakat, aparatur pemerintahan hingga pelaku usaha di Kabupaten Pangandaran.

Berdasarkan laporan dan temuan Tim Pangandaran Saber Hoaks, sedikitnya terdapat dua nomor WhatsApp palsu yang digunakan pelaku dengan berbagai modus.

Salah satunya, pelaku menggunakan nomor +62 823-1206-6515 dan mengaku sebagai Resky, ADC (ajudan) Wakil Bupati Pangandaran. Pelaku berpura-pura meminta arahan untuk menghubungi pihak lain hingga meminta nomor kontak tertentu.

Baca juga: Nenek Onah Asal Pangandaran Berangkat Haji dari Biaya Berjualan Kayu Albasia

Selain itu, ditemukan juga nomor +62 822-7764-9516 yang mengatasnamakan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kabupaten Pangandaran. 

Pelaku menggunakan modus hendak menyambungkan telepon dari Bupati Pangandaran kepada seorang pengusaha hotel di Pangandaran.

Kepala Diskominfo Kabupaten Pangandaran, Tonton Guntari menegaskan pesan yang dikirim dari nomor-nomor tersebut merupakan hoaks dan bagian dari tindak penipuan.

Menurutnya, pimpinan daerah maupun instansi resmi Pemerintah Kabupaten Pangandaran memiliki prosedur komunikasi yang baku dan tidak pernah meminta nomor kontak pihak ketiga, transfer dana, maupun melakukan komunikasi mendadak melalui nomor pribadi yang tidak terverifikasi.

"Pesan-pesan tersebut adalah hoaks dan masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap nomor yang mengatasnamakan pejabat daerah," ujar Tonton melalui rilis yang diterima Tribun Jabar, Selasa (12/5/2026) siang.

Diskominfo Pangandaran pun mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat agar tidak menjadi korban penipuan serupa. 

"Kita minta masyarakat tidak memberikan nomor kontak orang lain kepada nomor tak dikenal, meski pelaku mengaku sebagai pejabat pemerintahan," katanya.

Selain itu, masyarakat pun diminta tidak langsung mempercayai pesan dari nomor asing dan tidak menuruti permintaan transfer uang, sambungan telepon rahasia, maupun permintaan mencurigakan lainnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar selalu melakukan verifikasi atau cross-check terhadap informasi yang diterima. 

Verifikasi dapat dilakukan melalui akun media sosial resmi instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

"Jika masyarakat yang menemukan modus serupa, segera melaporkan melalui kanal resmi Pemerintah Kabupaten Pangandaran atau layanan Pangandaran Saber Hoaks melalui akun Instagram @pangandaransaberhoaks," ucap Tonton. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.