Dorong Pencegahan Stunting di Wilayah Pesisir, Kilang Pertamina Dumai Gunakan Energi Surya
M Iqbal May 12, 2026 10:21 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Upaya pencegahan stunting di kawasan pesisir terus diperkuat melalui pemanfaatan energi bersih dan pemberdayaan masyarakat. PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mendukung operasional Posko Gizi Pesisir yang dikelola Kelompok Wanita Mundam Berseri di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Dumai.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesehatan ibu dan anak sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan di wilayah pesisir. PLTS hybrid off grid berkapasitas 4,4 kiloWatt peak (kWp) dengan baterai 10 kWh itu dimanfaatkan untuk menopang kebutuhan listrik kebun hidroponik yang menjadi sumber pangan sekaligus penunjang kegiatan posyandu.

Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum mengatakan, pemanfaatan PLTS tersebut menjadi bagian dari penguatan Program Posko Gizi Pesisir yang berada di bawah payung Program Serumpun Paman Bahri.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak hanya fokus pada penanganan stunting, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan energi bersih dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas. 

"Penyediaan PLTS ini menjadi bagian dari upaya Kilang Dumai dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak, melalui pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan energi berkelanjutan," ujarnya Selasa (12/6/2026).

PLTS tersebut telah terpasang sejak Juli 2025 dan digunakan untuk mendukung dua instalasi kebun hidroponik dengan total sekitar 300 lubang tanam. Berbagai jenis sayuran seperti pakcoy dan selada dibudidayakan oleh kelompok wanita setempat. Hasil panen kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan gizi masyarakat dan sebagian dijual guna membantu operasional posyandu.

Selain membantu penyediaan pangan bergizi, penggunaan PLTS juga dinilai mampu menekan biaya operasional. Kelompok Wanita Mundam Berseri kini dapat menghemat biaya listrik hingga sekitar Rp250 ribu per bulan sehingga kegiatan budidaya dapat berjalan lebih optimal dan efisien.

Fiola Oktaviani selaku local hero Kelompok Wanita Mundam Berseri mengatakan keberadaan PLTS sangat membantu aktivitas kelompok dalam menjalankan budidaya hidroponik. Menurutnya, penghematan biaya listrik membuat kelompok dapat lebih fokus menjaga kualitas tanaman sekaligus mendukung operasional posyandu secara berkelanjutan.

Kilang Pertamina Dumai menyebut program ini juga menjadi bagian dari implementasi Program Desa Energi Berdikari (DEB) PT Pertamina (Persero) serta mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060. Hingga kini, Kilang Dumai telah memasang empat unit PLTS di sejumlah wilayah pesisir sebagai bagian dari penguatan pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan energi ramah lingkungan.

(Tribunpekanbaru.com/Alexander)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.