Hadir di Belitung Timur, Layanan Mendanau Imigrasi Tanjungpandan Mempermudah Masyarakat Urus Paspor
Hendra May 12, 2026 10:23 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Rohaya (66) terlihat duduk tenang di salah satu ruangan yang berada di Kantor Desa Padang, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (12/5/2026).

Sesekali ia merapikan kerudungnya, menanti sebentar panggilan dari petugas Imigrasi yang sedang sibuk di depan beberapa berkas.

Kedatangan Rohaya sendiri bukan tanpa alasan. Wanita ini sedang mengurus administrasi yang akan menjadi kunci perjalanannya menuju Tanah Suci, yakni paspor.

Bagi Rohaya, perjalanannya untuk menunaikan ibadah umroh kini terasa selangkah lebih dekat. Raut wajah lansia asal Belitung Timur ini berseri saat mendatangi lokasi pelayanan.

Tidak ada beban yang terpancar dari wajahnya. Hal ini terjadi berkat inovasi Mendanau (Melayani Desa dan Pulau) yang digagas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan.

Rohaya adalah satu dari sekian banyak warga Belitung Timur yang memanfaatkan layanan jemput bola ini.

Baginya, kehadiran petugas imigrasi di desanya adalah sebuah berkah, mengingat dirinya yang tak perlu berjalan jauh lagi hanya untuk mendaftar.

Selama ini, warga Belitung Timur yang ingin mengurus paspor harus menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 1,5 hingga 2 jam menuju kantor Imigrasi di Tanjungpandan.

“Sangat membantu sekali karena lokasinya dekat dari rumah. Jadi lebih mudah dan tidak terlalu melelahkan bagi kami masyarakat yang tinggal di Belitung Timur ini,” ujar Rohaya.

Di lokasi pelayanan, Rohaya disambut secara ramah oleh petugas. Proses pembuatan paspor ia lalui secara nyaman dan tentunya tak perlu waktu lama.

Niat tulus Rohaya untuk beribadah umroh membuatnya begitu bersemangat. Kehadiran layanan Mendanau seolah menjadi jawaban atas doa-doanya agar proses ritual agamanya dimudahkan.

“Saya sangat mengapresiasi pelayanan dari Kantor Imigrasi Tanjungpandan. Petugasnya ramah dan melayani masyarakat dengan baik. Saya tidak perlu datang jauh-jauh lagi,” ucapnya.

Inovasi Mendanau memang dirancang khusus dengan semangat Imigrasi untuk Rakyat. Fokusnya adalah mendekatkan pelayanan publik yang humanis dan inklusif, terutama bagi kelompok lansia.

Pihak Imigrasi menyadari bahwa bagi warga di desa-desa yang jauh dari pusat kota, akses transportasi dan waktu dapat menjadi kendala utama dalam mengurus dokumen keimigrasian.

Melalui program jemput bola ini, masyarakat tidak perlu lagi mengalokasikan waktu terlalu banyak untuk pergi ke Tanjungpandan. Semua proses permohonan paspor bisa diselesaikan lebih cepat dan dekat tempat tinggal mereka.

Rohaya kini bisa bernapas lega. Fokus utamanya kini cukup mempersiapkan fisik dan batin untuk keberangkatan ibadahnya nanti.

“Semoga layanan seperti ini terus ada, supaya orang-orang seperti saya tidak kesulitan lagi kalau mau bikin paspor,” harapnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.