Kejadian memilukan ini sebelumnya terjadi di Kecamatan Anjatan dan Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu
PROHABA.CO, INDRAMAYU - Oknum guru berinisial Y yang diduga terlibat pencabulan terhadap 22 siswi SMP di Kabupaten Indramayu hingga kini masih buron dan belum kunjung tertangkap.
Rasa kekecewaan itu diungkapkan oleh para orang tua siswi SMP yang menjadi korban pencabulan oleh dua oknum guru.
Namun, belakangan diketahui salah seorang dari oknum guru, pelaku pencabulan itu sudah tertangkap.
Sementara Y, seorang oknum guru lainnya yang juga ikut terlibat dalam kasus yang sama hingga kini belum diketahui keberadaannya dan masih buron.
Kejadian memilukan ini sebelumnya terjadi di Kecamatan Anjatan dan Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu.
Dalam pengembangannya, polisi telah berhasil meringkus satu oknum guru pelaku pencabulan yang berada di wilayah Haurgeulis.
Namun, satu pelaku lainnya di Kecamatan Anjatan diketahui melarikan diri.
Baca juga: Pondok Tahfidz dirobohkan Warga Usai Terungkap Dugaan Pencabulan, Enam Santriwati Jadi Korban
Baca juga: Dua Tahun Buron, Pelaku Pencabulan Anak di Aceh Timur Diringkus di Sebuah Warkop
Desakan agar guru berinisial Y ini segera ditangkap disampaikan oleh para orang tua korban.
Mereka membuat video yang selanjutnya dibagikan ke media sosial.
Melalui kuasa hukumnya, Yusuf Agung Purnama menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan terus mendesak agar kasus ini cepat ditangani pihak kepolisian.
“Bagi siapapun yang menghalangi atau merintangi terhadap proses perkara ini, dalam Pasal 282 KUHP baru, ini ada ancaman pidana tentunya, obstruction of justice, ini akan kami tempuh juga. Jadi jangan dikira kita diam, pasti akan kami lakukan upaya hukum,” kata Yusuf, Selasa (12/5/2026) dikutip dari Kompas.com.
Menurut Yusuf, penanganan kasus ini dinilai lamban. Padahal telah dilaporkan sejak 14 April 2026 lalu. Kondisi ini membuat keluarga para korban kecewa.
Mereka beranggapan kasus tersebut seolah disepelekan, mengingat Polres Indramayu yang sudah sangat berpengalaman menangani kasus-kasus besar.
Yusuf pun kembali mengingatkan, bahwa jumlah korban dalam kasus tersebut tidak hanya ada satu anak saja, melainkan sudah mencapai 22 anak.
Baca juga: Anak Usia 5 Tahun di Pasar Rebo Tewas Diduga Korban Pencabulan
“Keluarga capek bolak-balik menangani kasus ini, tapi hasilnya belum ada,” ujar dia menyampaikan keluhan keluarga.
Disampaikan Yusuf, pihaknya khawatir jika pelaku tersebut terus dibiarkan berkeliaran.
Dugaan penyimpangan seksual
Oknum guru itu, disebut pihak keluarga korban sebagai predator seksual karena mempunyai penyimpangan, mengingat korbannya tidak hanya anak perempuan saja, tetapi pelaku juga menyasar anak laki-laki.
Sehingga perlu diproses secepat mungkin agar tidak ada korban-korban selanjutnya.
“Ini bukan tidak mungkin, tapi pasti ya, pelaku ini sangat berbahaya,” kata dia.
Desakan serupanya juga disampaikan oleh kalangan mahasiswa.
Mereka sebelumnya bahkan turun ke jalan melakukan orasi di depan Mapolres Indramayu dan Pendopo Indramayu mendesak agar pelaku segera ditangkap.
Sekretaris PC IPNU Kabupaten Indramayu, Naufal Sahl menyebut bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi para pelajar.
Namun, fakta di lapangan, puluhan siswa justru menjadi korban tindakan bejat oknum guru tersebut.
Baca juga: Oknum Guru PPPK di Balikpapan Diduga Cabuli Siswi SMP, Keluarga Tolak Mediasi
“Kami turut prihatin atas terjadinya kasus pelecehan seksual di Anjatan ini. Sampai sekarang Polres Indramayu juga belum berhasil menangkap satu pelaku tersebut,” ujarnya.
Diketahui, Polres Indramayu tidak tinggal diam menindaklanjuti laporan keluarga.
Polisi bahkan telah menggerebek rumah terduga pelaku berinisial Y itu di Kecamatan Anjatan.
Hanya saja, rumah terduga pelaku kosong. Y dan keluarganya diduga sudah melarikan diri.
“Y saat itu tidak ada di tempat, berikut juga keluarganya,” terang Kanit PPA Satreskrim Polres Indramayu, Ipda Ragil Zaini Firdaus.
Polisi dalam hal ini tengah berupaya membongkar lokasi persembunyian Y.
Tersangka juga telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan tengah dilakukan upaya pengejaran.
“DPO-nya sudah kita keluarkan. Kami meminta support atau dukungan dari semuanya agar kami bisa cepat menangkap pelaku Y ini,” kata Ragil.(*)