BBPJN Kaltim Rawat Drainase Loa Janan–Kota Bangun, Cegah Kerusakan Aspal
Miftah Aulia Anggraini May 13, 2026 03:19 PM

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur atau BBPJN Kaltim terus meningkatkan komitmen dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan nasional di wilayah Kalimantan Timur.

Melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 BBPJN Kaltim, kegiatan pemeliharaan rutin kini difokuskan pada pembersihan saluran drainase di ruas vital Loa Janan–Tenggarong–Kota Bangun.

Ruas jalan tersebut merupakan koridor penting yang menghubungkan Kota Samarinda dengan berbagai wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), sehingga memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

“Pembersihan dilakukan secara bertahap dengan mengerahkan petugas lapangan serta alat pendukung untuk mengangkat sedimen, sampah, hingga material organik yang menyumbat aliran air," Koordinator Pengawas Lapangan, Randi pada Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Pastikan Kenyamanan Pengguna Jalan, BBPJN Kaltim Intensifkan Pemeliharaan Rutin di Jalan Nasional

Randi yang memantau langsung proses di lapangan, mengungkapkan bahwa drainase yang berfungsi optimal adalah faktor penentu keawetan aspal.

"Saluran drainase yang bersih adalah kunci umur panjang jalan nasional. Jika air tidak mengalir dengan baik, perkerasan jalan akan cepat rusak karena tergenang," ujarnya.

Ia menjelaskan, pembersihan ini bertujuan memastikan air limpasan dari permukaan jalan dapat mengalir lancar menuju sistem drainase hingga bermuara ke sungai.

Dengan demikian, potensi genangan di badan jalan dapat diminimalisir secara signifikan.

Baca juga: Menjaga Kelancaran Lalu Lintas, BBPJN Kaltim Kebut Perbaikan Jalan Kota Bangun-Muara Muntai

Selain menjaga struktur jalan, kegiatan ini juga memberikan dampak langsung bagi keselamatan pengguna jalan dan lingkungan sekitar.

Di antaranya mencegah kerusakan dini akibat rendaman air, mengurangi risiko jalan licin atau aquaplaning, serta mencegah banjir lokal di kawasan permukiman sekitar ruas jalan.

Upaya tersebut mendapat respons positif dari masyarakat sekitar yang berharap pemeliharaan infrastruktur dapat dilakukan secara konsisten dan terencana, bukan hanya bersifat reaktif saat kondisi jalan sudah mengalami kerusakan.

“Program pemeliharaan rutin ini terus kita lakukan karena investasi pada perawatan infrastruktur itu langkah jangka panjang untuk mendukung konektivitas dan kenyamanan masyarakat juga,” pungkas Randi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.