POS-KUPANG.COM- Kejayaan Bali United era pelatih Stefano Cugurra alias Teco yang pernah mengangkat dua kali trofi di kompetisi Liga 1 Indonesia tidak terulang lagi di musim saat ini.
Bali United justru lebih banyak berkutat di papan tengah dan belum mampu menjaga konsistensi permainan sepanjang musim.
Situasi itu menunjukkan kerasnya kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia kali ini apalagi regulasi baru membuka ruang pemain asing bisa mencapai tujuh orang dalam satu tim saat turun lapangan.
Klub diperbolehkan mendaftarkan maksimal 11 pemain asing tetapi aturan di lapangan membatasi jumlah pemain asing yang merumput, dengan 8 pemain diperbolehkan main dalam pertandingan reguler.
Baca juga: Kalah Tipis dari Borneo FC Pelatih Bali United Johnny Jansen Tetap Bangga pada Timnya
Hingga memasuki pekan ke-32 BRI Super League 2025/26 Bali United FC belum konsisten. Laju positif tim akhirnya terhenti di pekan ke-31 lalu.
Setelah sebelumnya mencatat tiga kemenangan beruntun tapi Bali United mulai melempem saat menghadapi Madura United FC.
Dua gol dari Iran Junior dan Brandao Junior memastikan Bali United menyerah dengan skor 0-2. Kekalahan ini terasa berat karena datang di saat tim sedang berusaha menjaga peluang finis di papan atas klasemen.
Padahal, sebelum laga tersebut, performa tim asuhan Johnny Jansen sedang mengalami peningkatan signifikan. Konsistensi permainan mulai terlihat dan optimisme menembus lima besar kembali terbuka.
Baca juga: Bali United Dibuat Tak Berkutik oleh Borneo FC Target Lima Besar Makin Sulit
Namun hasil di pada pekan tersebut membuat persaingan kembali rumit. Saat ini Bali United berada di posisi ke-8 klasemen sementara dengan perolehan 45 poin dari 12 kemenangan, 9 hasil imbang, dan 10 kekalahan.
Kini dengan tiga pertandingan tersisa, peluang untuk menembus lima besar sebenarnya masih ada. Tetapi syaratnya tidak mudah, Bali United harus mampu menyapu bersih sisa pertandingan melawan Borneo FC Samarinda, Bhayangkara Presisi Lampung FC, dan Dewa United Banten FC.
Namun fakta menunjukkan Bali United keok melawan Borneo FC dan menyisakan dua tim lagi untuk bisa mencapai target lima besar.
Kemenangan besar atas PSM Makassar membuat banyak pihak percaya Bali United akan menjadi salah satu kandidat kuat juara. Namun perjalanan panjang liga ternyata tidak berjalan semudah yang dibayangkan.
“Ekspektasi meningkat, tapi ternyata di musim ini Bali United ada di tengah-tengah. Bagaimana dia, pelatih, melihat musim perdananya di Indonesia? Apa yang dipelajari selama satu tahun ini?” ujar Johnny Jansen.
“Ya, jadi kita melakukan hal yang bagus, kita me-develop beberapa pemain, tapi kita harus lebih cepat beradaptasi dengan situasi liga yang keras seperti ini. Jadi kita sebagai pelatih, kita melakukan hal yang bagus, cuman kita harus lebih cepat beradaptasi lagi,” imbuhnya.(*)