TRIBUNTRENDS.COM - Keluarga Ammar Zoni mengaku kecewa setelah sang aktor kembali dipindahkan ke Nusakambangan terkait kasus penyalahgunaan narkoba yang menjeratnya.
Aditya Zoni, adik Ammar, menyebut keputusan tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarga di tengah proses hukum yang masih dijalani kakaknya.
Sebelumnya, Ammar sempat menjalani masa tahanan di Nusakambangan sebelum dipindahkan ke Lapas Cipinang.
Namun, pada Kamis malam, 7 Mei 2026, Ammar kembali dibawa ke Nusakambangan usai dijatuhi vonis 7 tahun penjara.
Kondisi tersebut membuat keluarga merasa sedih dan sulit menerima kenyataan yang harus dihadapi Ammar saat ini.
Aditya mengungkapkan bahwa keluarganya merasa tidak menerima status yang kini disandang sang kakak.
Menurutnya, keberadaan Ammar di Nusakambangan bukanlah hal yang mudah diterima oleh keluarga besar mereka.
Ia juga menilai status tersebut dapat berdampak pada kehidupan keluarga di masa mendatang.
Tak hanya memikirkan Ammar, Aditya mengaku khawatir terhadap pengaruh situasi ini bagi anak-anak dalam keluarganya.
Meski begitu, pihak keluarga disebut tetap berusaha memberikan dukungan moral untuk Ammar selama menjalani masa hukumannya.
Baca juga: Ammar Zoni Dipindah Lagi ke Nusakambangan, Akui Gagal Jadi Kakak untuk Adik-adiknya
Aditya pun mengungkapkan kekecewaan keluarganya terhadap situasi tersebut.
“Pasti dari pihak keluarga kecewa, tidak terima, karena bagaimanapun juga itu bukan status yang bagus ya,“ ujarnya dikutip dari FYP TRANS7 pada Rabu (13/5/2026).
Ia mengatakan bahwa status Ammar sebagai narapidana di Nusakambangan bisa memengaruhi kehidupan keluarga di masa depan.
Tidak hanya itu, Aditya juga memikirkan dampaknya terhadap anak-anak dalam keluarga mereka.
“Maksudnya itu kan bisa berdampak ke keluarga kita, ke anaknya, ke anak saya, mungkin ke anaknya Panji nanti gitu loh,“ katanya.
Hal itulah yang membuat keluarganya semakin menyayangkan keputusan pemindahan tersebut.
“Dan arsip media kan enggak akan hilang, jejak digital tidak akan hilang. Makanya menurut saya sangat disayangkan lah Bang Ammar dikembalikan ke Nusakambangan padahal tidak kapasitasnya gitu loh menurut saya,“ ungkapnya.
Baca juga: Dipindah ke Nusakambangan, Status High Risk Ammar Zoni Dipertanyakan, Kuasa Hukum Surati Ditjen PAS
Selain kecewa, Aditya juga mengaku sangat khawatir terhadap kondisi mental Ammar selama berada di Nusakambangan.
Ia melihat sang kakak sudah terlihat sangat terpuruk sebelum dipindahkan kembali ke sana.
“Kesehatan mental yang aku takutin banget sih. Kalau dilihat sebelum berangkat ke Nusakambangan memang down sekali dan aku takutnya dia kenapa-kenapa,“ tuturnya.
Aditya mengatakan dirinya kini lebih fokus memikirkan kondisi kesehatan Ammar dibandingkan dengan hal lainnya.
Ia takut tekanan yang dihadapi sang kakak dapat memengaruhi kondisi fisik maupun mentalnya selama di penjara.
“Aku mikirnya kesehatannya aja sih, sama mentalnya disana seperti apa,“ ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Aditya berharap kasus yang menimpa Ammar bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang, terutama generasi muda.
Ia menegaskan bahwa narkoba dapat menghancurkan kehidupan seseorang sekaligus keluarganya.
"Ya menurut aku ini bukan hanya pelajaran untuk Ammar Zoni, tapi ini untuk semuanya ya.
Apalagi generasi muda juga, untuk kita menjauhi narkoba, karena itu benar-benar menghancurkan keluarga kita,“ tutupnya.
(TribunTrends.com/Grid.id)