WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Polsek Matraman belum dapat meminta keterangan secara lengkap kepada pelaku pembakaran rumah di sejumlah titik wilayah RW 06 Kelurahan Pisangan Baru, Jakarta Timur.
Kapolsek Matraman, AKP Suripno, mengaku awalnya menduga insiden pembakaran tersebut memiliki motif politik.
Namun, setelah pelaku bernama Alex berhasil diamankan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada unsur politik, melainkan berkaitan dengan gangguan kejiwaan.
“Jadi awalnya kami kira ada motif politik, ada yang suruh. Tapi dari keterangan pelaku ini tidak menjurus ke politik,” ujar Suripno, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, pelaku mengaku kerap mendengar bisikan gaib saat berada di luar rumah, termasuk ketika membakar terpal yang terekam CCTV.
Suripno menegaskan aksi pelaku di lingkungan tempat tinggalnya bukan dipicu politik maupun dendam kepada warga sekitar.
“Dia seperti ingin membakar sampah saja. Ada yang tergantung di pagar juga dibakar. Setelah itu dia sadar dan bingung kenapa melakukan itu,” jelasnya.
Pemilik warung makan di RW 06 Kelurahan Pisangan Baru, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Indra, akhirnya bisa bernapas lega setelah pelaku teror pembakaran rumah di lingkungannya ditangkap polisi pada Senin (11/5/2026) malam.
Indra mengaku saat kejadian dirinya sedang tertidur dan terbangun sekitar pukul 03.30 WIB setelah mendapat kabar dari warga bahwa warungnya hampir terbakar.
“Saya langsung lari ke warung, ternyata terpal di depan sudah terbakar. Saya langsung padamkan pakai tangan, saya tepuk-tepuk apinya,” ujar Indra saat ditemui, Rabu (13/5/2026).
Ia menyebut dari rekaman CCTV terlihat pelaku membakar terpal menggunakan korek api.
Pria berkaos singlet merah itu juga mengatakan, dari informasi warga, pelaku diduga memiliki gangguan kejiwaan. Karena itu, ia tidak menuntut proses hukum, melainkan meminta agar pelaku mendapatkan penanganan dan pengobatan.
Baca juga: Polisi Duga Pelaku Teror Pembakaran di Matraman Alami Gangguan Jiwa
“Kalau resah ya resah. Lagi tidur tiba-tiba kebakaran. Tapi saya minta diobatin saja, dia warga sini, rumahnya juga di sini,” katanya sambil menunjuk rumah pelaku.
Indra mengaku tidak mengetahui motif pelaku melakukan aksi pembakaran tersebut. Ia juga menyebut pelaku dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar.
“Dia memang tidak pernah bergaul, jadi kami tidak tahu kesehariannya seperti apa,” ujarnya.
Ia menambahkan, warga pertama kali mengetahui kejadian itu setelah sejumlah anak muda yang sedang nongkrong berteriak ada kebakaran.
Misteri di balik aksi teror pembakaran rumah dan warung yang menghantui warga RW 06 Kelurahan Pisangan Baru, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, mulai menemui titik terang.
Pelaku yang diketahui bernama Alex, kini dalam pengawasan intensif pihak kepolisian setelah pengakuan janggalnya mengenai motif di balik aksi nekat tersebut.
Kapolsek Matraman, AKP Suripno, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Alex mengaku melakukan pembakaran karena adanya dorongan tak kasat mata.
Baca juga: Polsek Matraman Jaktim Tes Kejiwaan Pelaku Teror Pembakaran Rumah Warga
Fenomena ini diduga telah berlangsung selama satu bulan terakhir.
Sikap Diam dan Bisikan Dini Hari
Perubahan perilaku Alex terendus oleh sang ibu yang menyadari anaknya mendadak menjadi sosok pendiam sejak empat minggu belakangan.
Komunikasi antara ibu dan anak yang biasanya hangat, berubah menjadi dingin dan tertutup. Pelaku hanya akan berbicara jika ditanya terlebih dahulu oleh anggota keluarganya.
Puncak dari perubahan perilaku ini berujung pada aksi teror pembakaran yang dilakukan di waktu-waktu rawan. Kepada penyidik, Alex mengaku kerap didatangi 'bisikan gaib' sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB.
"Kalau ditanya dia bilang ada dorongan saja, ada bisikan ajakan keluar rumah. Terus dia membakar bangunan, dan tak lama kemudian dia sadar mengapa melakukan hal itu," ujar AKP Suripno saat dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026).
Baca juga: Kasus Pembakaran Kios Kalibata Jaksel, Polda Metro Periksa Sejumlah Pedagang
Uji Kejiwaan di RS Polri Kramat Jati
Melihat adanya indikasi ketidakstabilan mental, Polsek Matraman bergerak cepat dengan membawa pelaku ke RS Polri Kramat Jati untuk berkonsultasi dengan ahli psikologi.
Polisi menilai ada kejanggalan serius pada diri pelaku yang memerlukan keterangan ahli medis untuk menentukan kelanjutan proses hukum.
Meskipun sempat dibawa pada Selasa (12/5/2026), proses pemeriksaan kejiwaan Alex sempat tertunda dan dijadwalkan kembali pada hari ini, Rabu (13/5/2026).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyidikan yang objektif untuk membuktikan apakah benar pelaku memiliki kelainan jiwa atau hanya modus untuk menghindari jeratan pidana.
"Kita perlu keterangan ahli kalau memang dia benar-benar ada kelainan jiwa. Ada pengakuan dorongan kuat dalam dirinya untuk melakukan pembakaran," pungkas Suripno.
Minimnya Pendekatan Keluarga
Selain faktor psikologis, pihak kepolisian juga menyoroti kurangnya pendekatan dari pihak keluarga terhadap perubahan sikap Alex selama sebulan terakhir.
Situasi ini diduga menjadi salah satu pemicu Alex semakin terlarut dalam bisikan-bisikan yang akhirnya merugikan warga sekitar dengan aksi pembakaran bangunan dan warung.
Kini, warga Pisangan Baru hanya bisa berharap pemeriksaan kejiwaan ini segera tuntas agar proses hukum dapat berjalan adil dan lingkungan mereka kembali aman dari ancaman teror api di tengah malam.