TRIBUN-TIMUR.COM, RANTEPAO - Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, mengaku kecewa terhadap sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak menghadiri launching Sistem Manajemen Talenta (Simata) di ruang pola kantor bupati, Rabu (13/5/2026).
Kekecewaan itu disampaikan di hadapan peserta kegiatan.
Frederik meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mendata ASN yang tidak hadir.
Menurutnya, launching Simata merupakan agenda penting dalam pengembangan karier ASN sehingga seharusnya dihadiri pejabat terkait.
“Saya meminta BKPSDM mengundang eselon II, sekretaris, camat, dan kabid. Saya berharap hadir semua,” ujarnya.
Baca juga: Pemkab Toraja Utara Tindak Lanjuti Rekomendasi DPRD, RSUD Pongtiku Jadi Sorotan
Frederik kemudian meminta dilakukan pengecekan kehadiran satu per satu. Para camat dinyatakan hadir, sementara sejumlah kepala bidang dan pejabat lainnya disebut tidak berada di lokasi.
Ia bahkan menegur Kasatpol PP yang saat itu berada di luar ruangan kegiatan.
“Oh banyak yang tidak hadir ya. Ini kurang sekali,” katanya.
Bupati juga meminta pimpinan OPD segera menghubungi sekretaris masing-masing untuk memastikan kehadiran pejabat di lingkup kerjanya.
Frederik menegaskan Simata merupakan program penting yang berkaitan dengan manajemen karier ASN di lingkungan Pemkab Toraja Utara.
"Atau ada merasa kita sudah tidak dipakai lagi. Kita kasi bagiannya sesuai perkiraannya kalau begitu," ujarnya.
Ia menginstruksikan BKPSDM menyerahkan laporan lengkap pejabat yang tidak hadir sebelum Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar meninggalkan lokasi kegiatan.
“Mulai dari kadis, sekretaris, kabid, dan sekretaris camat, tolong saya diberi laporannya,” tegasnya.
Menurut Frederik, koordinasi dan komunikasi menjadi hal utama dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Karena tidak bisa bicara kolaborasi jika komunikasi itu buruk,” tandasnya.