Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) menggencarkan program gebyar posyandu di Posyandu Bougenville RW 03 di Kelurahan Cawang sebagai upaya pencegahan stunting di tingkat wilayah.

"Gebyar posyandu ini menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan dasar bagi balita sekaligus memperluas edukasi gizi dan pencegahan stunting di tingkat wilayah," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Jakarta, Rabu.

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 balita tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan layanan Pusat Informasi dan Konsultasi (PIK) Keluarga.

Selain layanan kesehatan, kegiatan juga diisi dengan pemberian makanan bergizi kepada 11 balita sebagai upaya tambahan untuk memastikan pemenuhan asupan gizi anak.

Sementara itu, Lurah Cawang Gia Junian Putranto, yang hadir dan memantau langsung kegiatan didampingi Ketua PKK Kelurahan Cawang Rossi Tetti Chotami, menyebut gebyar posyandu merupakan komitmen pemerintah kelurahan dalam menjaga tumbuh kembang balita di wilayahnya.

"Kami lakukan ini untuk tetap menjaga balita di wilayah Kelurahan Cawang tetap sehat dan bergizi dan mencegah stunting bagi anak-anak balita," kata Gia.

Selain fokus pada layanan kesehatan, kegiatan ini juga disertai sosialisasi pemilahan sampah kepada masyarakat. Pemerintah kelurahan mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumber, terutama dalam setiap kegiatan yang melibatkan keramaian warga.

"Kami mengimbau kepada pengurus RW, RT dan seluruh unsur masyarakat, semua kegiatan bersifat keramaian selalu melakukan pilah sampah. Ini merupakan arahan dari bapak Gubernur, Walikota Jakarta Timur, camat, dalam rangka mengurangi sampah di sumber," jelas Gia.

Dia juga menambahkan penguatan kesadaran lingkungan menjadi bagian penting dalam mendukung program kota yang lebih bersih dan sehat, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Melalui gebyar posyandu ini, Gia berharap layanan kesehatan berbasis masyarakat dapat terus diperkuat, sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin guna mencegah stunting sejak dini.

Sementara itu, warga RW 03 Kelurahan Cawang, Dini, turut mengapresiasi pelayanan Posyandu yang dinilainya semakin baik dan ramah terhadap anak-anak maupun orang tua. Dia menyebut kegiatan tersebut rutin diikuti oleh ketiga anaknya setiap bulan.

"Untuk anak saya, ada tiga yang mengikuti Posyandu balita tadi sudah didata, ditimbang berat badannya diukur tinggi badannya. Semua ikut rutin Posyandu balita setiap bulannya, untuk pesannya agar yang sudah baik dipertahankan, dan kalau bisa lebih baik ke depannya," kata Dini.

Adapun Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur mencatat data stunting di Jakarta Timur pada awal 2025 sebanyak 812 kasus, dengan rincian kasus stunting sangat pendek sebanyak 268 orang, sedangkan status pendek 544 orang.

Kecamatan terbanyak di Cakung sebanyak 147 orang, Kramat Jati 102 orang, Matraman 100 orang, Cipayung 95 orang, Ciracas 82 orang, Duren Sawit dan Jatinegara masing-masing 69 orang, Pulogadung 57 orang, Pasar Rebo 53 orang, dan Makasar 38 orang.