WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku berkolaborasi dengan GoPay menghadirkan talkshow “Cerdas Bertransaksi Digital: Membangun Kesadaran
Perlindungan Konsumen bagi Guru dan Siswa” di Pattimura Park, Ambon, Maluku pada April lalu.
Kegiatan ini merupakan upaya bersama memperkuat literasi keuangan dan keamanan transaksi digital di lingkungan pendidikan, khususnya bagi guru dan pelajar yang sehari-hari aktif
menggunakan layanan keuangan digital.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Dicky Afrianto menekankan pentingnya peningkatan literasi keamanan bertransaksi di sekolah untuk membangun budaya
transaksi digital yang aman sejak dini.
“Di tengah pesatnya sistem pembayaran digital, penguatan literasi digital dan perlindungan konsumen menjadi sangat penting, khususnya bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami
berharap guru dan siswa tidak hanya menjadi pengguna layanan digital yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi penggerak budaya transaksi yang aman di lingkungan sekolah dan masyarakat.”
ujar Dicky seperti dikutip Rabu (13/5/2026).
Ia mengatakan Peningkatan literasi keuangan dan keamanan digital sangat penting seiring meningkatnya transaksi digital agar masyarakat terhindar dari berbagai modus penipuan.
Baca juga: Ginting Ungkap Penyebab Kalah di Babak Awal Thailand Open 2026
Bersama dengan M. Yoga Pranata dari Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen Bank Indonesia, GoPay memberikan edukasi kepada 150 guru dan siswa
mengenai berbagai modus penipuan digital yang kerap terjadi, seperti tautan palsu (phishing), penipuan melalui fake customer service, bukti transfer palsu, hingga modus refund atau salah
transfer.
Peserta juga dibekali langkah praktis aman bertransaksi, yaitu tidak membagikan PIN dan OTP kepada siapa pun, menjaga data pribadi, menggunakan aplikasi resmi, serta menghindari tautan
mencurigakan.
Selain itu, peserta juga diajak memahami langkah yang perlu dilakukan apabila mengalami indikasi penipuan, seperti tidak panik, menyimpan bukti transaksi, segera menghubungi layanan
resmi.
“Kami berterima kasih dan mengapresiasi GoPay sebagai pelaku industri sistem pembayaran atas peran aktif dalam kampanye edukasi perlindungan konsumen yang mengusung tema, “Kalau
Ragu, Stop Dulu,” kata Dicky.
Baca juga: Bus Mini Transjakarta Terperosok di Jalan Kyai Maja Jaksel, Tidak Ada Korban Jiwa
Kepala Divisi Kepatuhan GoPay, Yogi Harsudiono menyatakan, Keamanan transaksi pengguna adalah prioritas Go Pay.
"Karena itu, kami tidak hanya memperkuat teknologi keamanan, tetapi juga terus mengedukasi publik sebagai bagian penting dari perlindungan konsumen GoPay. Dengan mengusung tema berhati-hati dalam bertransaksi yang sejalan dengan kampanye kolektif perlindungan konsumen, kami berkomitmen mendukung upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi digital dan perlindungan konsumen guna mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, GoPay terus menghadirkan berbagai fitur keamanan berlapis, mulai dari penggunaan PIN dan biometrik, verifikasi wajah, layanan bantuan 24 jam,
hingga program Jaminan Saldo Kembali guna memberikan rasa aman dalam bertransaksi digital.