TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Pasca pengungkapan tempat yang diduga gudang penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal jenis solar milik lelaki DHW di jaga VI Desa Tontalete Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Lokasi yang berada persis di tepi jalan yang menghubungkan Kabima dan Desa Tontalete di Minut, kini terpasang garis warna kuning bertuliskan Do Not Cross.
Garis kuning itu melingkar di bangunan semi permanen dengan bentuk melebar terbuat dari tripleks.
Baca juga: Identitas dan Peran Terduga Pelaku Penimbunan BBM Subsidi yang Diamankan Pomdam XIII Merdeka
Di sampingnya ada lahan yang dipagari dengan seng biru, tempat di mana petugas dari Polisi Militer Kodam (Pomdam) XIII/Merdeka mengamankan 4,7 ton BBM Subsidi jenis solar pada Selasa (12/5/2026).
Lokasi tersebut dikunci dari luar pakai rantai dan gembok.
Berdasarkan informasi dari warga dan pemerintah setempat, telah mencurigai lokasi itu sebagai gudang BBM.
"Awalnya bangunan semi permanen yang di pasang garis warna kuning warung. Lalu kini menjadi tempat penampungan BBM," kata warga yang melintas di sekitar lokasi, Rabu (13/5/2026).
Warga lainnya seorang bapak yang di wawancara jurnalis Tribun Manado Christian Wayongkere bilang, kaget saat banyak tentara mendatangi lokasi itu kemarin hari.
"Kami menyaksikan dari kejauhan, panggungkapan yang dilakukan personil berseragam loreng," ujar seorang warga.
Di bagian depan bangunan semi pernamen, ada sebuah mobil truk mitsubishi colt kuning.
Ada beberapa galon warna kuning dan biru serta penampungan dari besi berbentuk segi empat ukuran besar.
Diduga dipergunakan dalam praktik penampungan solar ilegal, oleh para mafia BBM jenis Solar.
Adapun modus operandi yang dirangkum darj lapangan, mafia BBM menggunakan mobil bermesin disel berbagai jenis melakukan pengisiannya BBM solar subsidi di SPBU.
Ada kendaraan yang diduga telah memodifikasi kapasitas tangki BBM dari biasanya 100 sampai 200 liter menjadi lebih dari itu.
Bahkan untuk mengelabui petugas sisi mobil dimana ada tangki di tutup dengan besi memanjang, sehingga tak terlihat.
Modus lainnya para mafia diduga melakukan kerjasama dengan oknum di SPBU, yang menginformasikan kepada mereka waktu dan jam Bbm solar subsidi masuk ke SPBU.
Bahkan ada kendaraan yang diduga melakukan tab bbm sudah antri berhari-hari, untuk memperoleh itu kemudian di bawah ke tempat-tempat tertentu diduga gudang penampungan Bbm.
Adapula kendaraan yang tidak pernah terpantau di jalan melakukan aktivitas, bongkar muat di gudang, pelabuhan dan lainnya, rajin antri hingga dua sampai tiga kali seminggu dilebih dari SPBU. (CRZ)