Renungan Pdt Dan Sompe: Yesus Terangkat Ke Sorga dan Akan Datang Kembali
Chintya Rantung May 13, 2026 11:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian kristen ditulis oleh Pendeta  Pdt. Dr. Anthonius Dan Sompe, M.Teol. M.PdK.

Pendeta Dan Sompe menjabat Wakil Ketua BPMS GMIM Bidang Misi dan Hubungan Kerja Sama.

Pembacaan alkitab terdapat pada Kisah Para Rasul 1: 6-11.

Tema perenungan Yesus Terangkat Ke Sorga dan Akan Datang Kembali.

Khotbah:

Hari Kenaikan Yesus Kristus adalah salah satu peristiwa penting dalam iman Kristen.

Setelah kebangkitan-Nya, selama empat puluh hari Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, mengajar mereka tentang Kerajaan Allah, menguatkan iman mereka, lalu Ia terangkat ke sorga di Bukit Zaitun.

Kenaikan Yesus bukanlah akhir pelayanan Kristus, melainkan awal dari karya gereja di dunia.

 Yesus naik ke sorga bukan untuk meninggalkan umat-Nya, tetapi untuk memerintah sebagai Tuhan dan Raja atas seluruh ciptaan, serta menyediakan tempat bagi orang percaya.

Dan melalui para malaikat ditegaskan: “Yesus ini akan datang kembali.”

Karena itu Hari Kenaikan mengandung dua pengharapan besar: Kristus memerintah di sorga. Kristus pasti datang kembali.

Hari Kenaikan Yesus ke Sorga di lingkungan GMIM, dikaitkan juga dengan perayaan Hari Persatuan  (HAPSA)  W/KI Sinode GMIM.

Persatuan kaum ibu bukan sekadar organisasi gerejawi, tetapi persekutuan perempuan-perempuan beriman yang dipanggil hidup dalam pengharapan akan Kristus yang hidup dan akan datang kembali.

Gereja hidup di antara dua peristiwa besar:

Kristus telah naik, dan Kristus akan datang kembali.

Di zaman sekarang banyak orang kehilangan pengharapan.

Dunia dipenuhi perang, krisis moral, perpecahan keluarga, kekerasan, hoaks, persaingan, dan kecemasan ekonomi. 

Bahkan banyak orang percaya mulai hidup seolah-olah Tuhan tidak akan datang lagi.

Karena itu gereja harus kembali mengingat: sejarah bergerak menuju penggenapan,
Yesus adalah Tuhan atas sejarah, hidup orang percaya harus siap menyambut kedatangan-Nya.

Tema ini juga sangat relevan dengan HAPSA W/KI. Persatuan perempuan gereja harus dibangun bukan hanya atas dasar kegiatan organisasi, tetapi atas dasar iman kepada Kristus yang mempersatukan dan yang akan datang kembali sebagai Hakim dan Raja.

Kitab Kisah Para Rasul ditulis oleh Lukas sebagai lanjutan dari Injil Lukas.

Perikop ini menjadi jembatan antara pelayanan Yesus di bumi dan pelayanan gereja mula-mula melalui kuasa Roh Kudus.

Peristiwa ini terjadi di Bukit Zaitun dekat Yerusalem. Murid-murid masih memiliki pemahaman politik tentang Mesias. Mereka bertanya:

“Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”

Mereka berharap Yesus mendirikan kerajaan politik yang membebaskan Israel dari penjajahan Romawi.

Sesudah berkata demikian, Yesus terangkat ke sorga dan tertutup awan. 

Dalam Alkitab, awan sering menjadi tanda kemuliaan Allah. Dua malaikat kemudian berkata bahwa Yesus akan datang kembali dengan cara yang sama seperti Ia naik ke sorga.

Pesan-pesan Firman melalui bagian Alkitab ini:

1.Cermati Kerajaan Dunia (ayat 6).

“Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”

Para murid masih berpikir secara duniawi. Mereka menginginkan kejayaan politik dan nasional.

Sering kali manusia juga demikian: lebih mencari kenyamanan dunia, lebih sibuk mengejar kedudukan, lebih tertarik kuasa daripada panggilan pelayanan.

Yesus tidak menolak harapan mereka, tetapi meluruskan fokus mereka.

Ini mengingatkan Gereja supaya jangan terjebak hanya pada: perebutan posisi, kebanggaan kelompok, kepentingan pribadi, persaingan pelayanan.

Demikian juga W/KI dipanggil bukan sekadar menjadi organisasi kegiatan, tetapi menjadi persekutuan yang menghadirkan Kerajaan Allah: dalam keluarga, jemaat, masyarakat,
dan pelayanan sosial.

Perempuan Kristen dipanggil menjadi saksi Kristus: membawa damai, mendidik iman anak, menopang keluarga, dan menjadi teladan kasih dan kesetiaan.

2.Waktu dan Masa Ada di Dalam Kuasa Allah

(ayat 7). Yesus berkata: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.”

Manusia sering ingin mengetahui segala sesuatu: kapan Tuhan datang, kapan dunia berakhir, kapan masalah selesai, dan kapan doa dijawab. Tetapi Yesus mengajar bahwa masa depan ada dalam tangan Allah.

Iman bukan berjalan karena mengetahui semuanya, tetapi percaya kepada Tuhan yang memegang semuanya.

Dalam kehidupan keluarga banyak ibu bergumul: ekonomi, kesehatan, pendidikan anak, masalah rumah tangga, dan masa depan.

Firman Tuhan mengingatkan: Allah tetap memegang waktu kehidupan kita.

Karena itu: jangan putus asa, jangan kehilangan pengharapan, dan jangan menyerah pada ketakutan. Tuhan yang memimpin sejarah juga memimpin hidup keluarga orang percaya.

3.Gereja Dipanggil Menjadi Saksi Kristus

(ayat 8). Ayat ini adalah pusat kitab Kisah Para Rasul. “Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku…”

Yesus tidak berkata: kamu akan menjadi orang terkenal, kamu akan menjadi kaya, kamu akan menjadi berkuasa. Tetapi:

“kamu akan menjadi saksi-Ku.” Kata “saksi” berasal dari bahasa Yunani martus, yang kemudian menjadi kata “martir”.

Artinya menjadi saksi Kristus membutuhkan: keberanian, kesetiaan, pengorbanan.

Dan tugas itu dilakukan: di Yerusalem, Yudea, Samaria, sampai ujung bumi.

Ini menunjukkan Injil harus menjangkau semua orang. 

Kita semua mempunyai panggilan besar: menjadi saksi Kristus dalam keluarga, mendidik anak-anak dalam iman, membangun persekutuan, menolong yang lemah, menjaga keutuhan rumah tangga, dan menjadi pembawa damai.

Bagi kita semua, lebih khusus W/Kl, kesaksian terbesar bukan hanya di mimbar, tetapi dalam hidup sehari-hari: kesabaran seorang ibu, doa seorang oma, kesetiaan seorang istri, dan kasih seorang perempuan Kristen.

Kadang pelayanan perempuan terlihat sederhana, tetapi justru itulah kekuatan gereja.

Banyak hamba Tuhan, pelayan gereja, bahkan pemimpin bangsa dibentuk pertama kali melalui doa dan didikan seorang ibu yang takut Tuhan.

4.Yesus Naik dalam Kemuliaan (ayat 9).

“Terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka…”

Kenaikan Yesus menunjukkan bahwa: Yesus hidup, Yesus menang atas maut, Yesus dimuliakan,
Yesus adalah Tuhan.

Ia bukan nabi biasa. Ia adalah Tuhan yang duduk di sebelah kanan Allah.

Karena itu orang percaya tidak melayani Tuhan yang mati, tetapi Tuhan yang hidup dan memerintah.

Di tengah pergumulan hidup: Tuhan tetap memerintah, Kristus tetap berkuasa, gereja tidak berjalan sendiri.

Kadang gereja menghadapi: konflik, kelemahan manusia, tantangan zaman, kemerosotan moral.
Tetapi Kristus tetap Kepala Gereja.

5.Yesus Akan Datang Kembali (ayat 11). “Yesus ini… akan datang kembali…”

Inilah pengharapan gereja. Kenaikan Yesus bukan perpisahan selamanya.

Ia akan datang kembali: untuk menghakimi, memperbarui, menyelamatkan umat-Nya, dan mendirikan langit dan bumi baru. Karena itu orang percaya harus hidup berjaga-jaga.

Menantikan Yesus yang akan datang kembali maka: hiduplah dalam kekudusan, peliharalah persatuan, jauhi iri hati, tinggalkan kepahitan, dan hiduplah dalam persatuan kasih. Persatuan sejati lahir ketika semua orang memusatkan hidup kepada Kristus.

Dikaitkan dengan HAPSA W/KI Sinode GMIM Hari Persatuan W/KI Sinode GMIM mengingatkan bahwa kita semua di dalamnya perempuan-perempuan GMIM dipanggil: hidup dalam kesatuan, menjadi saksi Kristus, membangun keluarga yang takut Tuhan, menopang pelayanan gereja, dan menjaga iman sampai Kristus datang kembali.

Persatuan bukan hanya slogan organisasi. Persatuan adalah panggilan rohani.

Di tengah dunia yang penuh perpecahan: W/KI dipanggil menjadi pembawa damai. 

Di tengah keluarga yang rapuh:

W/KI dipanggil menjadi penjaga kasih. Di tengah generasi yang mulai jauh dari Tuhan:

W/KI dipanggil menjadi pendidik iman.

Biarlah HAPSA bukan hanya perayaan kebersamaan, tetapi pembaruan komitmen: setia melayani, setia bersaksi, setia berdoa, setia hidup kudus, sampai Yesus datang kembali.

Karena itu mari kita hidup dengan pengharapan: Yesus telah naik ke sorga. Yesus memerintah dalam kemuliaan. Dan Yesus pasti datang kembali. Amin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.