Berani Speak Up Meski Disalahkan Juri, Oca dan Tim SMAN 1 Pontianak Dapat Tawaran Beasiswa S1
Pipit Maulidya May 14, 2026 01:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Keberanian Josepha Alexandra (Oca) dan tim SMAN 1 Pontianak dalam mempertahankan kebenaran di ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI kini membuahkan hasil luar biasa.

Setelah video perjuangan mereka viral karena jawaban benar yang justru disalahkan oleh juri, apresiasi besar datang dari Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda.

Dukungan publik yang masif pun berubah menjadi jembatan bagi para siswa ini untuk meraih mimpi menempuh pendidikan tinggi di luar negeri.

Kaget Menjadi Viral

Mendapatkan atensi yang begitu besar dari masyarakat di media sosial, Oca mengaku terkejut sekaligus bersyukur..Ia merasa dukungan tersebut merupakan bentuk apresiasi masyarakat terhadap mentalitas anak muda yang berani berbicara.

"Saya dan tim sebenarnya tidak menyangka bahwa atensinya bisa sebesar ini dan video yang tersebar juga booming. Jadi, dari saya dan tim berterima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan aspirasi positifnya kepada kami," ungkap Oca saat ditemui di Jakarta.

Oca berharap momen ini menjadi pemacu semangat bagi rekan-rekannya. "Semoga hal ini dapat menjadi semangat dan motivasi kami untuk bisa berkembang dan maju lagi ke depannya," tambahnya.

Alumni Pasang Badan

Rifqinizamy Karsayuda, anggota DPR RI sebagai alumni SMAN 1 Pontianak, tidak tinggal diam melihat juniornya diperlakukan tidak adil secara substansi.

Baginya, apa yang dijawab oleh tim sekolahnya adalah fakta hukum yang tertuang dalam Undang-Undang.

"Apa yang disampaikan oleh adik-adik saya... dari SMA Negeri 1 Pontianak itu persis mengutip ketentuan di dalam Undang-Undang Dasar dan Undang-Undang tentang Badan Pemeriksa Keuangan terkait dengan mekanisme pemilihan anggota BPK. Sebagai pembentuk Undang-Undang, saya kan tahu persis mana yang benar dan mana yang salah," tegas Rifqinizamy.

Ia menilai kejadian ini fatal dan menuntut permohonan maaf resmi dari pihak penyelenggara.

"Saya meminta kepada MPR... untuk segera membuat klarifikasi secara utuh, meminta maaf secara terbuka. Dan kepada dua orang dewan juri... saya minta juga secara fair untuk menyampaikan permohonan maaf," lanjutnya.

Hadiah Luar Biasa: Beasiswa S1 ke China untuk 10 Orang

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap keberanian Gen Z, Rifqinizamy secara spontan menyiapkan beasiswa S1 ke China.

Tidak hanya untuk Oca, beasiswa ini diberikan kepada seluruh anggota tim yang telah bekerja secara kolektif.

"Saya juga kemarin secara spontan memberi apresiasi untuk memberi beasiswa studi S1 ke China kepada Oca. Tadi saya sudah sampaikan kepada yang sembilan lain, saya akan carikan juga beasiswa yang sama untuk adik-adik yang sembilan ini," jelasnya.

Rifqi menegaskan pentingnya apresiasi bagi kerja tim.

"Karena mereka kan nggak mungkin sampai pada titik ini kalau mereka nggak bareng, nggak ada regu kalau Oca sendirian. Iya, ini kan kerja kolektif dan saya kira saya mengapresiasi adik-adik saya ini hebat semua," tuturnya.

Pujian untuk Kemampuan Komunikasi Gen Z

Lebih lanjut, Rifqinizamy mengaku kagum dengan cara para siswa ini berargumen dan berkomunikasi di depan umum, yang menurutnya jauh melampaui generasinya terdahulu.

"Saya tadi terkejut melihat kemampuan komunikasi adik-adik saya ini. Waktu itu saya memimpin OSIS di SMA ini nggak sebagus ini kemampuan komunikasi saya. Saya hampir apa namanya tersaingi ini, 10 tahun akan datang mereka lebih hebat daripada kita ke depan," pungkas Rifqi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.