Harga Unta di Peternakan Viral Ngoro Mojokerto Tembus Rp 200 Juta, Jadi Incaran Pengusaha Mini Zoo
Sarah Elnyora Rumaropen May 14, 2026 09:00 AM

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Kehadiran unta asal Timur Tengah yang diimpor oleh peternakan Berkah Wafa Farm (BWF) di Ngoro, Kabupaten Mojokerto, kian menyedot perhatian berbagai kalangan.

Tidak hanya menjadi destinasi wisata dadakan bagi warga lokal, peternakan viral ini, kini mulai dilirik oleh para kolektor dan pejabat.

Salah satunya adalah Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, yang terjun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi satwa tersebut guna melengkapi koleksi Mini Zoo milik kerabatnya di Jawa Timur.

Daya Tarik Satwa Gurun di Ngoro

Peternakan unta yang kini menjadi jujukan wisata baru di Mojokerto itu persisnya berada di Dusun Dateng, Desa Watesnogoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Lokasi peternakan unta berjarak sekitar 15 KM dari Mojosari, melewati Ngoro Industrial Park (NIP) menuju ke timur perbatasan Mojokerto-Pasuruan, atau kurang lebih 200 meter dari Gapura Dusun Dateng, Desa Watesnegoro.

Kepopuleran peternakan ini di media sosial menarik perhatian Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, yang mengetahui keberadaan lokasi tersebut dari kerabatnya.

Baca juga: Fakta Menarik Peternakan Unta BWF di Ngoro Mojokerto Viral Diserbu Warga, Masuknya Gratis

PETERNAKAN UNTA MOJOKERTO - Tampak depan pintu masuk peternakan Berkah Wafa Fram (BWF) di Dusun Dateng, Desa Watesnogoro, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, (Jatim), Rabu (13/5/2026). Wisatawan berdatangan ingin melihat unta di peternakan tersebut.
PETERNAKAN UNTA MOJOKERTO - Tampak depan pintu masuk peternakan Berkah Wafa Fram (BWF) di Dusun Dateng, Desa Watesnogoro, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, (Jatim), Rabu (13/5/2026). Wisatawan berdatangan ingin melihat unta di peternakan tersebut. (SURYAMALANG.COM/Mohammad Romadoni)

Edy menjelaskan, kunjungannya ke Mojokerto dilakukan usai diminta kerabatnya yang memiliki usaha Mini Zoo untuk melihat kondisi satwa secara nyata di peternakan tersebut.

"Kebetulan ada saudara memiliki usaha Mini Zoo yang berkeinginan untuk membeli unta itu, karena tempat saya (Surabaya) cukup dekat dengan lokasi, maka saya dimintai tolong mengecek yang ternyata menarik juga," ujar Edy saat ditemui di peternakan unta, Ngoro, Rabu (13/5/2026).

Rencana Penambahan Koleksi Mini Zoo

Rencananya, unta jenis punuk satu di peternakan ini, akan diborong oleh kerabat AKBP Edy untuk menambah koleksi hewan di kebun binatang kecil miliknya yang berlokasi di Jawa Timur. 

Meski awalnya hanya berencana membeli beberapa pasang, Edy berniat mengambil seluruh stok yang tersedia untuk dijual.

"Rencananya cuma beberapa pasang, tapi cuma tersedia yang bisa dijual 3 pasang. Insya'Allah kita ambil semuanya, kalau harganya boleh ditanyakan ke pemiliknya yang jelas kita diberi harga khusus," ucap Edy.

Baca juga: Batas Umur Minimal Hewan Kurban Untuk Idul Adha 2025: Untuk Sapi, Kambing, Domba hingga Unta

PETERNAKAN UNTA MOJOKERTO - Beberapa unta di kawasan peternakan Berkah Wafa Fram (BWF) di Dusun Dateng,  Desa Watesnogoro, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, (Jatim), Rabu (13/5/2026). Wisatawan berdatangan ingin melihat unta di peternakan tersebut.
PETERNAKAN UNTA MOJOKERTO - Beberapa unta di kawasan peternakan Berkah Wafa Fram (BWF) di Dusun Dateng, Desa Watesnogoro, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, (Jatim), Rabu (13/5/2026). Wisatawan berdatangan ingin melihat unta di peternakan tersebut. (SURYAMALANG.COM/Mohammad Romadoni)

Dalam kunjungannya, Edy tampak sudah terbiasa bercengkrama dengan satwa khas gurun pasir itu.

Edy beberapa kali memberikan pakan berupa sayuran wortel yang langsung dilahap oleh unta-unta jinak tersebut.

Sambil sesekali mengelus leher bawah unta, Edy berharap hewan mamalia ini dapat sukses dibudidayakan di Indonesia agar dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

"Mudah-mudahan ini bisa berkembang di Indonesia, menjadi salah satu hewan yang bisa dikembangkan. Sehingga, semakin banyak hewan peliharaan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," pungkasnya.

Proses Penjajakan dan Harga Unta

Pemilik peternakan, Faisal Effendi (45), menyambut baik kedatangan pengunjung yang berniat membeli unta di tempatnya.

Namun, Faisal menegaskan hingga saat ini prosesnya masih dalam tahap penjajakan tawar-menawar dan belum ada akad jual beli secara resmi.

Mengenai harga, Faisal menyebutkan, tidak ada patokan pasti, namun saat ini nilainya berada pada kisaran di atas Rp 200 juta.

"Unta yang laku masih beberapa karena ada dipinjam teman (Peternak). Kalau tadi masih tahap awal karena belum ada kesepakatan, jika ada DP (Down Payment) baru itu bisa dikatakan terjual," tukasnya.

Proses Impor dan Budidaya Unta

Faisal mengaku, sudah sejak tiga tahun lalu berkeinginan mendatangkan satwa dari Timur Tengah ke peternakannya.

"Kita datangkan unta dari Timur Tengah Arab Saudi ke Australia, karena di sana (Australia) populasinya berkembang pesat kemudian kami bawa ke sini. Kita ingin mengembangkan (Budidaya) unta untuk ternak," ujar Faisal.

Faisal mengungkapkan, sebanyak 30 ekor unta diimpor dari "Negara Kangguru" menuju Bumi Majapahit.

Baca juga: Penampilan Pria Turki yang Lamar Mayang Masih Muda Tapi Bertubuh Gendut, Siap Beri Mahar 20 Unta

Beberapa ekor disebar ke rekan sesama peternak di Pulau Jawa dan Bali, sementara sebagian lainnya tetap berada di peternakan miliknya.

Di sini, unta ditempatkan di kandang khusus yang dipenuhi pasir untuk menyesuaikan dengan habitat asli gurun pasir.

"Kalau di peternakan ini sekitar 7-8 ekor unta, sisanya di wisata edukasi Yogyakarta, dan Mini Zoo Bali, wisata edukasi Yogyakarta, Jawa Tengah serta Jawa Barat ambilnya dari kita. Jenisnya unta punuk 1, kalau punuk 2 (Unta Baktria) dari Mongolia harus ada izin dari konservasi," jelasnya.

Proses impor ini membutuhkan waktu sekitar satu tahun dengan kendala utama pada perizinan.

Faisal bersyukur karena mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian. 

"Kita sulitnya di perizinannya, lama berbulan-bulan hampir setahun. Izin bibit (Ternak) untuk khusus unta yang cukup sulit," ucap Faisal.

Wisata Gratis dan Berkah Ekonomi Warga

Faisal tak menyangka peternakannya menjadi viral hingga menarik minat masyarakat untuk berkunjung, tidak hanya dari wilayah Mojokerto, tetapi juga dari luar kota seperti Pasuruan, Surabaya, Malang, Jombang, hingga Kediri.

Saat ini, pengunjung dapat melihat unta secara langsung tanpa dipungut biaya alias gratis.

Pengelola menerapkan jam kunjungan mulai pukul 11.00 WIB - 12.00 WIB dan 15.30 WIB - 17.00 WIB.

Pembagian jadwal ini bertujuan mencegah hewan ternak stres, terutama karena di lokasi tersebut juga terdapat sapi yang sensitif terhadap gangguan saat waktu pemberian pakan.

PETERNAKAN UNTA MOJOKERTO - Beberapa unta di kawasan peternakan Berkah Wafa Fram (BWF) di Dusun Dateng,  Desa Watesnogoro, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, (Jatim), Rabu (13/5/2026). Wisatawan berdatangan ingin melihat unta di peternakan tersebut.
PETERNAKAN UNTA MOJOKERTO - Beberapa unta di kawasan peternakan Berkah Wafa Fram (BWF) di Dusun Dateng, Desa Watesnogoro, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, (Jatim), Rabu (13/5/2026). Wisatawan berdatangan ingin melihat unta di peternakan tersebut. (SURYAMALANG.COM/Mohammad Romadoni)

"Orang bisa datang ke sini melihat unta secara langsung, seratus persen tidak dikenakan biaya," beber Faisal.

Faisal menambahkan, sesekali kawanan unta dilepas untuk merumput di kawasan peternakan yang menyuguhkan pemandangan eksotis berlatar Gunung Penanggungan.

"Meskipun kita bukan wisata, kita senang tempat ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang ingin tahu unta atau belajar beternak," pungkasnya.

Kehadiran unta ini turut menjadi berkah bagi masyarakat setempat.

Wisata dadakan tersebut dikunjungi ratusan orang secara bergantian yang kemudian membeli makanan, minuman, hingga wortel di warung warga untuk pakan unta seharga Rp5 ribu per kantong.

Suliswati, warga setempat, mengaku sudah menjual sekitar 50 KG wortel dalam tiga hari terakhir.

"Alhamdulillah, menambah rezeki. Semoga peternakan unta berkembang terus karena warga di sini mendapat berkah dan merasakan dampaknya," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.