Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Gunung Tambora sebagai salah satu gunung api tertinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB), menyimpan kekayaan alam dan nilai sejarah yang selama ini tidak banyak diketahui oleh dunia.
Tidak heran Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengusulkan agar gunung yang menjulang gagah di Pulau Sumbawa ini masuk sebagai UNESCO Global Geopark seperti halnya Gunung Rinjani.
Langkah ini diambil untuk menguatkan Gunung Tambora sebagai kawasan konservasi lingkungan. Satu hal yang penting juga adalah bagaimana Teluk Saleh harus dilindungi sebagai penyangga ekosistem dan biodiversitas Geopark Tambora.
Iqbal mengatakan NTB memiliki pengalaman mengelola Geopark Gunung Rinjani. Maka, ini menjadi bekal untuk mengelola Geopark Tambora menjadi standar dunia.
"Kami sudah memiliki pengalaman bagaimana mengelola geopark sebagai pusat konservasi lingkungan, pelestarian geologi, dan pemberdayaan masyarakat," kata Iqbal.
Tambora menyimpan jejak letusan vulkanik terbesar dalam sejarah modern manusia.
Letusan Gunung Tambora tahun 1815 tidak hanya mengubah bentang alam Pulau Sumbawa, tetapi juga mempengaruhi iklim dunia dan memicu fenomena The Year Without Summer di Eropa akibat penyebaran abu vulkanik ke atmosfer bumi.
“Tambora bukan hanya tentang gunung api. Ia adalah bagian penting dari sejarah dunia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kawasan Geopark Tambora mencakup tiga wilayah budaya besar, yakni Bima, Dompu, dan Sumbawa, yang menjadi bagian penting dalam penguatan konservasi berbasis masyarakat dan pelestarian budaya lokal.
Selain nilai sejarah dan budaya, kawasan Tambora juga berada di wilayah timur garis Wallace (Wallace Line), yang dikenal memiliki tingkat biodiversitas tinggi dengan banyak spesies flora dan fauna endemik.
Iqbal mengatakan sedikitnya 275 spesies telah berhasil diidentifikasi di kawasan tersebut, meskipun jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih besar dan sebagian berada dalam kondisi terancam akibat kerusakan hutan serta aktivitas ilegal.
“Karena itu, konservasi menjadi hal yang sangat penting dalam pembangunan kawasan ini,” jelasnya.
Komitmen tersebut diperkuat melalui kebijakan konservasi Teluk Saleh yang menjadi habitat hiu paus (whale shark) serta kawasan penting ekosistem laut di Pulau Sumbawa.
Baca juga: Gubernur NTB Berkomitmen Penuh Jadikan Tambora Geopark Dunia