TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, akan menutup permanen Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) jika ada yang melakukan pungutan liar terhadap jamaah haji.
Bahkan, Dahnil ingin KBIHU fokus memberikan pelayanan kepada jamaah, bukan menjadi kelompok bisnis yang mengambil keuntungan dari para calon haji.
Hal itu disampaikan Dahnil saat meninjau Embarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang, Rabu (13/5/2026) malam.
“Menjadi catatan saya adalah kami ingin pastikan peran KBIHU itu harus melakukan pelayanan, jangan jadi kelompok bisnis,” katanya kepada Tribun Timur.
Pihaknya, kata Dahnil, tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada KBIHU yang terbukti menjadikan jamaah sebagai komoditas.
“Oleh sebab itu, kami akan langsung tutup KBIHU yang ditemukan misalnya mengkomodifikasi jemaah, menjadikan jemaah komoditas,” ungkapnya.
Menurutnya, praktik pungutan liar maupun biaya tambahan yang tidak semestinya dibebankan kepada jemaah tidak bisa ditoleransi.
“Misalnya memungut pungutan yang tidak semestinya, yang tidak harus bayar kemudian dipungut dibayar,” uajrnya.
Dahnil juga meminta jajaran Kantor Wilayah untuk melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas KBIHU selama penyelenggaraan ibadah haji berlangsung.
Sanksi penutupan akan langsung dijatuhkan tanpa melalui tahapan peringatan apabila ditemukan pelanggaran serius.
“Kalau KBIHU yang melakukan pungutan-pungutan yang tidak semestinya, kami tidak akan langsung lakukan peringatan, kami langsung tutup,” katanya dengan nada tegas.
Selain soal pungutan, Dahnil juga menyoroti kegiatan city tour yang masih dilakukan sebagian KBIHU terhadap jamaah, terutama pada kloter-kloter akhir keberangkatan.
Jamaah pada kloter akhir membutuhkan fokus ibadah dan kondisi fisik yang prima menjelang puncak haji di Arafah.
“Kan ini saatnya nih, apalagi yang kloter-kloter terakhir. Ini kan mereka akan langsung pakaian ihram, langsung akan ke Mekkah, bahkan waktunya akan banyak habis tenaganya,” ungkapnya.
Karena itu, ia meminta seluruh jemaah memanfaatkan waktu untuk beristirahat dan mempersiapkan diri menghadapi rangkaian ibadah haji.
“Nah oleh sebab itu tidak boleh lagi city tour, fokus untuk ibadah di hotel,” jelasnya.
“Nanti ada ibadah umrah wajib, kemudian ibadah di hotel, istirahat, karena mereka beberapa hari kemudian akan bersiap di puncak haji, di wukuf di Arafah,” tambahnya.