TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Politisi senior sekaligus anggota DPR RI AM Nurdin Halid berharap musyawarah daerah XI Golkar Sulsel melahirkan ketua yang punya rekam jejak kepemimpinan sudah teruji.
Hal itu disampaikan Nurdin Halid menjawab pertanyaan wartawan soal harapannya untuk Musda XI Golkar Sulsel.
"Kita mengharapkan DPP segera menjadwalkan musda agar konsolidasi organisasi bisa berjalan secara maksimal," kata Nurdin Halid saat dihubungi wartawan Kamis (14/5/2026).
Sulsel jadi penutup agenda musyawarah daerah Golkar se-Indonesia.
Saat ini sisa Sumsel dan Sulsel belum menggelar musda. 36 provinsi lainnya sudah punya ketua definitif baru.
Nurdin Halid meyakini Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia akan mendorong kader terbaik memimpin Golkar Sulsel.
Mantan Ketua Umum Dekopin itu menilai ada sejumlah indikator calon pemimpin yang dibutuhkan Golkar Sulsel agar bisa merebut kembali kemenangan di Pemilu 2029 mendatang.
Pertama, kata Nurdin, calon pemimpin tersebut punya banyak waktu untuk mengurus Golkar dan memimpin kader.
Kedua, punya jaringan dan relasi yang luas.
Ketiga, punya pengalaman kepemimpinan yang sudah teruji.
"Kita tentunya mengharapkan Ketua Umum Golkar mendorong kader Golkar yang memiliki waktu yg cukup serta jaringan yang luas serta pengalaman kepemimpinan yang sudah teruji sehingga mampu mengembalikan kejayaan partai Golkar di Sulsel," kata Nurdin Halid.
Golkar terakhir kali menang Pemilu di Sulsel pada era kepemimpinan Nurdin Halid.
Di tahun 2019 lalu, Nurdin Halid mengomandoi Golkar bertarung pemilu.
Beringin rindang meraih 13 kursi DPRD Sulsel, mengalahkan Nasdem yang meraih 12 kursi, dan Gerindra 11 kursi.
Untuk level DPR RI, saat itu, Golkar meraih 4 kursi dari 3 Dapil.
Di Pemilu 2024 lalu, Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar saat itu menugaskan Nurdin Halid maju caleg DPR RI dari Dapil Sulsel 2.
Nurdin Halid mengamankan kursi pertama Golkar dengan perolehan suara pribadi 70.681.
Adapun perolehan suara Golkar 309.692, peringkat kedua di antara seluruh parpol di Dapil Sulsel II.
Namun untuk level provinsi, Golkar di bawah komando Taufan Pawe harus puas menempati posisi kedua.
Beringin meraih 14 kursi DPRD Sulsel, kalah dari Nasdem yang meraih 17 kursi DPRD Sulsel.
Golkar sejatinya berhasil mempertahakan lumbung suara Dapil Maros, Pangkep, Barru, Parepare, dan Dapil Toraja Raya.
Namun Nasdem tampil mendominasi di Dapil IX meliputi Sidrap, Pinrang, Enrekang.
Kursi Ketua DPRD Sulsel untuk pertama kalinya dalam sejarah lepas dari Golkar.