Josepha Alexandra 'Melapor' ke Wapres Gibran Usai Viral Protes Juri Cerdas Cermat 4 Pilar MPR
Sudirman May 14, 2026 09:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM - Josepha Alexandra atau Ocha bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Pertemuan antara siswa SMAN 1 Pontianak dan Gibran berlangsung tertutup selama satu jam.

"Ini menjadi suatu harapan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang. Di dalam tadi kami diberi motivasi sama Pak Wapres untuk terus belajar dan berprestasi," kata Josepha usai pertemuan dengan Gibran.

Selain motivasi, Wapres Gibran juga memberikan tips dan trik terkait debat di publik kepada Josepha dan kawan-kawan.

Gibran juga berpesan agar jangan sampai para murid termakan oleh isu-isu yang beredar.

"Tadi kami diberi motivasi dan tips and trik juga bagaimana caranya nanti untuk ber-public speaking atau untuk berdebat di muka umum," ucapnya.

Baca juga: Kronologi Juri Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Dinonaktifkan: Diprotes Siswi Justru Salahkan Jawaban Benar

Josepha dan teman-temannya sempat viral usai mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat, beberapa hari lalu.

Sorotan muncul terkait dugaan ketidakadilan adanya kelompok peserta yang menjawab pertanyaan dengan benar, tetapi disalahkan oleh dewan juri dan diberi poin -5.

Kemudian, pertanyaan itu dilempar ke kelompok lain dan kelompok lain menjawab dengan jawaban yang sama tetapi diberi poin 10.

Kronologi Kejadian

Kontroversi mewarnai babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Juri justru menyalahkan jawaban peserta yang sudah tepat kemudian meminta agar keputusannya tetap dihormati.

Kompetisi diikuti sembilan SMA se-Kalbar ini mempertemukan tiga sekolah di final, yaitu SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Peristiwa bermula saat sesi pertanyaan kepada peserta.

Sebuah video yang diunggah di YouTube MPRGOID memperlihatkan bagaimana regu C dari SMAN 1 Pontianak memberikan jawaban yang benar atas pertanyaan: "DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?"

Pada saat itu, Regu C menjawab: "Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden."

Namun, juri langsung memberikan pengurangan lima poin kepada regu C. Pertanyaan yang sama kemudian diberikan kepada regu lain.

Dewan juri, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita W.B., langsung menyatakan jawaban itu benar.

"Ya, inti jawabannya sudah benar. Nilai sepuluh," kata Dyastasita, dilansir dari Antara, Senin (11/5/2026).

Regu C langsung mengajukan keberatan karena jawabannya sama dengan Regu B, namun justru dikenakan pengurangan poin.

"Dewan juri, izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama," kata perwakilan Regu C.

Sayangnya, Dyastasita tidak menerima keberatan tersebut dan justru mengaku bahwa dirinya tidak mendengar Regu C mengucapkan pertimbangan dari Dewan Perwakilan Daerah.

"Tadi saya mengatakan seperti ini, anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," jawab perwakilan Regu C.

Namun, Dyastasita ngotot bahwa jawaban Regu C belum benar sehingga tetap tidak bisa diterima.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.