TRIBUNNEWS.COM - Performa Lionel Messi tetap saja moncer saat usianya sudah mencapai 39 tahun.
Terkini, Messi mengukir dua gol dan satu assist untuk membantu Inter Miami mengalahkan FC Cincinnati dengan skor besar 3-5.
Sebenarnya Messi berpeluang mencetak hattrick di laga ini.
Namun perangkat pertandingan menyatakan gol kelima Inter Miami dicetak dengan cara gol bunuh diri oleh pemain FC Cincinnati.
Meski demikian, hal tersebut tak mengurangi pentingnya kontribusi Messi bagi Inter Miami.
Bahkan saat musim kompetisi masih menginjak awal-awal matchday, Messi sudah menunjukkan performa luar biasa.
Baca juga: Gol Hattrick Messi Dibatalkan MLS, La Pulga Masih Tertinggal Enam Trigol dari Ronaldo
Dari 12 pertandingan liga yang ia turut terlibat di dalamnya, ia sudah memberikan 11 gol bagi Inter Miami.
Tak cuma itu, ia juga memberikan sumbangan 4 assist bagi rekan-rekannya.
Gambaran kecil itu seolah bisa menjadi prediksi musim seperti apa yang akan dijalani La Pulga bersama Timnas Argentina.
Dalam dua musim terakhir bersama The Herons, Messi selalu bisa mencetak di atas 20 gol.
Jumlah yang luar biasa bagi pemain yang berusia 39 tahun di sebuah kompetisi kompetitif.
Meskipun performanya luar biasa moncer, Messi masih belum mau banyak menyentuh soal Piala Dunia 2026.
Maksudnya, ia tak kunjung memberikan kepastian soal penampilan di Piala Dunia mendatang.
Memang nama Messi masuk sebagai salah satu dari 55 daftar skuad sementara Argentina yang diajukan pelatih Lionel Scaloni.
Dari sisi Scaloni, membawa Messi bukanlah isu.
Sang pelatih jelas menginginkan La Pulga berada di tengah-tengah timnya.
Tak hanya sebagai pemimpin, Messi juga masih bisa berperan bak pembeda di atas lapangan.
Sebagaimana yang ia tunjukkan saat tampil di Inter Miami selama ini.
Ia pernah berujar tak akan memaksakan tubuhnya untuk tampil di Piala Dunia jika tak benar-benar fit.
"Tubuh saya akan berkata kepada saya soal itu," kata Messi dikutip dari FIFA Watch.
"Secara logika, saya tidak akan bisa tampil di sana," paparnya.
Namun, pelatih Scaloni mencoba memberikan ketenangan kepada Messi.
Ia akan berusaha sebaik mungkin untuk ikut menjaga kondisi fisik La Pulga agar tak terlalu lelah.
"Hal yang paling penting untuk kami jaga adalah bagaimana tubuhnya tetap fit terlebih dahulu," ucap Scaloni juga dari FIFA Watch.
Namun saat berkaca dengan performanya sejauh ini, tak ada alasan yang bisa menghalangi La Pulga tak tampil di Piala Dunia 2026 mendatang.
Ia membuktikan diri masih bisa bersaing di level tertinggi.
Demikian pula dengan lingkungan Inter Miami yang berusaha sebaik mungkin menjaga La Pulga agar tak terkena cedera.
Saat Javier Mascherano masih menjabat sebagai pelatih, ia cukup jarang menurunkan Messi secara beruntun.
Apalagi setelah kalender berganti ke tahun 2026 yang berarti mendekati Piala Dunia bergulir.
Mengistirahatkan Messi dan memberikannya waktu pemulihan yang dibutuhkan digunakan menjadi pendekatan klub.
Hal itu berdampak positif dengan setiap penampilan Messi selalu maksimal bagi mereka.
Kontribusinya dalam permainan tim tetap menonjol di tengah hadirnya para pemain baru.
Formula itu tinggal dipertahankan untuk terus menjaga Messi bisa tampil di Piala Dunia yang akan digelar Juni hingga Juli mendatang.
(Tribunnews.com/Guruh)