TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Penjaga gawang Persebaya Surabaya, Andhika Ramadhani, mengusung misi besar saat menantang Semen Padang FC di Stadion Haji Agus Salim, Jumat (15/5/2026).
Andhika Ramadhani menyatakan kesiapannya untuk menjaga kesucian gawang Persebaya Surabaya sekaligus memutus rekor buruk tim yang tidak pernah menang di Kota Padang.
Meski jadwal pertandingan Persebaya musim ini sangat padat, Andhika menegaskan kondisi fisik dan mental para pemain tetap berada di level tertinggi.
"Persiapan kita sebagai pemain memang tidak cukup banyak waktu seperti yang disampaikan Coach Bernardo Tavares. Tapi kita akan memaksimalkan apa yang diperintahkan pelatih untuk pertandingan besok melawan Semen Padang," ujar Andhika Ramadhani saat konferensi pers, Kamis (14/5/2026).
Persebaya sendiri masih berpeluang memperbaiki posisi di papan klasemen apabila mampu meraih kemenangan dalam laga tersebut.
Baca juga: Sidak RSUD Sungai Dareh, Ombudsman Sumbar Temukan Dokter Belum Datang karena Alasan Hujan
Pelatih Bernardo Tavares menyebut motivasi pemain lawan yang jarang tampil justru menjadi ancaman nyata bagi lini pertahanan tim tamu.
Meski hanya memiliki waktu persiapan yang singkat, pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan timnya tetap siap menghadapi laga yang diprediksi berjalan sulit.
"Kita tidak memiliki banyak waktu untuk berlatih. Kita hanya melakukan satu latihan di Surabaya sebelum datang ke sini. Kemarin kita sudah datang dan melakukan beberapa latihan serta recovery di hotel," ujar Bernardo Tavares saat konferensi pers jelang pertandingan, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, bermain di Padang selalu menjadi tantangan tersendiri bagi Persebaya. Ia bahkan menyinggung catatan sejarah buruk timnya saat bermain melawan Semen Padang FC.
"Pertandingan di Padang selalu sulit. Kalau melihat sejarah, Persebaya tidak pernah menang di sini. Jadi kita berharap besok bisa mengubah sejarah," katanya.
Baca juga: Human Initiative Bangun Sumur Bor 50 Meter di Masjid Raya Koto Tangah, Bantu Air Bersih 1.000 Warga
Bernardo juga menilai laga melawan Semen Padang FC tetap berbahaya meski Kabau Sirah dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan.
Ia menyebut situasi tersebut justru bisa membuat para pemain Semen Padang FC tampil lebih lepas dan termotivasi.
"Saya sangat sedih Semen Padang terdegradasi ke Liga 2 musim depan. Justru pertandingan seperti ini bisa menjadi yang paling sulit. Mungkin mereka akan memainkan pemain yang jarang tampil dan pemain-pemain itu ingin menunjukkan kualitas mereka," ujarnya.
Karena itu, Bernardo meminta para pemainnya tidak menganggap enteng tuan rumah.
"Saya tidak ingin pemain berpikir pertandingan ini akan mudah. Kita harus menghormati lawan dan mencoba melakukan yang terbaik untuk mendapatkan tiga poin," tegasnya.
Baca juga: PUPR Padang Perbaiki 16 Irigasi Rusak Juli 2026, Anggarkan Rp226 Miliar Demi Petani
Bernardo menegaskan timnya masih fokus menyelesaikan sisa pertandingan musim ini dan belum memikirkan posisi akhir klasemen.
"Sebagai pelatih, saya selalu mempersiapkan pemain agar bersemangat dan meraih poin penuh di setiap pertandingan. Soal klasemen, itu sulit diprediksi dan kami masih fokus dengan sisa laga," ujarnya.
Dalam laga ini, Persebaya dipastikan tanpa Pedro Matos yang tidak dapat bermain karena terbentur regulasi.
Di sisi lain, Bernardo juga menyampaikan apresiasinya terhadap Semen Padang FC dan para suporternya.
"Saya berharap Semen Padang FC bisa kembali ke Liga 1 secepatnya. Ketika saya datang bersama PSM Makassar ke sini, suporter Semen Padang sangat mendukung pertandingan. Saya berharap nanti stadion tetap ramai dan suporternya datang mendukung tim," tutupnya. (*)