Menkeu Yakin Daya Beli Masyarakat Masih Kuat
Vito May 15, 2026 11:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kuatnya daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada kuartal I/2026.

Menurut dia, kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi masih berasal dari konsumsi rumah tangga yang mencapai 2,94 persen.

“Kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap kuat dan tumbuh signifikan,” katanya, dalam keterangan resminya, Kamis (14/5).

Selain konsumsi rumah tangga, dia menambahkan, investasi memberikan kontribusi sebesar 1,79 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Sementara, belanja pemerintah menyumbang 1,26 persen.

Purbaya menuturkan, struktur pertumbuhan ekonomi perlu dipahami berdasarkan kontribusi masing-masing komponen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Ia menyebut, kontribusi pertumbuhan dihitung dari pertumbuhan setiap komponen dikalikan dengan pangsanya terhadap perekonomian.

“Dari perhitungan tersebut, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.

Purbaya menyatakan, pertumbuhan belanja pemerintah pada awal tahun merupakan bagian dari strategi percepatan belanja negara agar dampak ekonomi dapat dirasakan lebih merata sepanjang tahun.

Menurut dia, pola belanja pemerintah yang sebelumnya cenderung menumpuk pada akhir tahun kini diarahkan terealisasi lebih awal untuk mendukung aktivitas ekonomi secara lebih optimal.

Pemerintah, lanjut dia, juga terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.

"Langkah tersebut dilakukan antara lain melalui percepatan realisasi belanja kementerian/lembaga serta pelaksanaan berbagai program prioritas nasional sejak awal tahun," ucapnya. (Kontan/Nurtiandriyani Simamora)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.