TRIBUNJATIM.COM - Berikut ini ramalan cuaca Jatim pada Sabtu 16 Mei 2026.
Menurut laman BMKG, 25 daerah di Jawa Timur akan mengalami hujan ringan.
Hujan ringan itu diprediksi terjadi pada siang, sore dan malam hari.
Sementara itu wilayah lainnya mengalami cuaca cerah berawan.
Kota Pasuruan: 25–32°C, menjadi daerah paling panas.
Kota Batu: 17–23°C, tercatat sebagai daerah terdingin.
Rata-rata suhu udara di Jawa Timur hari ini: 23–32°C.
Kondisi cuaca di Indonesia, termasuk Jawa Timur beberapa hari terakhir menunjukkan dinamika khas masa peralihan musim.
Sejumlah daerah di Jawa Timur mengalami suhu maksimum mencapai hingga 36 derajat Celcius.
Dilansir laman resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pada periode 11 hingga 13 Mei 2026, suhu maksimum mencapai 36,0 derajat Celsius hingga 37,1 derajat Celsius.
Suhu ini terpantau di beberapa wilayah Indonesia seperti Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Jawa Timur.
Dikutip dari kompas.tv, cuaca yang terasa lebih panas tersebut diakibatkan oleh berkurangnya tutupan awan sehingga pemanasan permukaan berlangsung lebih intensif.
Baca juga: Cuaca Jatim Terasa Lebih Panas sampai Tembus 36 Derajat, Tanda Mulai Kemarau? ini Kata BMKG
Meski suhu udara terasa lebih panas, BMKG menjelaskan kondisi tersebut tidak selalu menandakan cuaca kering.
Pada wilayah dengan kelembapan udara yang masih tinggi, pemanasan kuat justru dapat memperkuat aktivitas konvektif yang memicu pembentukan awan hujan pada sore hingga malam hari.
Kondisi itu terlihat dari masih terjadinya hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah daerah dalam periode yang sama.
BMKG mencatat curah hujan harian cukup signifikan terjadi di beberapa wilayah, antara lain Sulawesi Barat sebesar 139,0 mm per hari, Sulawesi Tenggara 81,4 mm per hari, Papua Barat 80,0 mm per hari, Papua Tengah 71,0 mm per hari.
Kemudian Sumatera Barat 70,9 mm per hari, Kalimantan Barat 66,3 mm per hari, Papua Pegunungan 62,4 mm per hari, serta Kalimantan Tengah 57,4 mm per hari.
Baca juga: Penyebab Cuaca Ekstrem pada Mei 2026, Sejumlah Wilayah Hujan Lebat saat Sore Padahal Siang Terik
Menurut BMKG, peningkatan potensi hujan tersebut dipengaruhi oleh aktifnya sejumlah fenomena atmosfer yang bekerja secara bersamaan di wilayah Indonesia.
Beberapa di antaranya adalah Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG).
Selain itu, keberadaan sirkulasi siklonik di beberapa wilayah turut mendukung pembentukan awan konvektif yang lebih intens sehingga meningkatkan peluang terjadinya hujan signifikan di berbagai daerah.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat.
Terutama potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari di masa peralihan musim seperti saat ini.