Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Musibah kembali menimpa petani keramba jaring apung (KJA) di Waduk Cengklik, Kabupaten Boyolali.
Sebanyak 4,2 ton ikan kakap siap panen dilaporkan mati mendadak akibat fenomena upwelling yang terjadi usai hujan deras mengguyur kawasan waduk.
Kematian massal ikan mulai terjadi pada Jumat (15/5/2026) siang.
Para petani yang mengetahui ikan di kolamnya mati langsung melakukan pembersihan agar bangkai ikan tidak semakin mencemari perairan waduk.
Fenomena kematian ikan terjadi secara bertahap dan bergiliran di sejumlah kolam keramba milik warga.
Suhartono, salah satu petani KJA Waduk Cengklik mengatakan, kondisi ini membuat petani KJA mengalami kerugian besar karena sebagian besar ikan sudah memasuki masa panen.
"Dampaknya terhadap berapa KJA dan total kematian ikannya berapa kuintal masih kami hitung," ujarnya.
Menurutnya, fenomena upwelling sebenarnya bukan hal baru bagi petani di Waduk Cengklik.
Namun, kejadian kali ini kembali menimbulkan kerugian besar karena menyerang ikan siap jual.
Baca juga: Cerita-cerita Mitos di Waduk Cengklik Boyolali, Dulu Kerap Ada yang Tenggelam
Suhartono menduga fenomena upwelling dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah Waduk Cengklik pada Kamis (14/5/2026).
Fenomena upwelling sendiri terjadi ketika endapan dari dasar waduk naik ke permukaan dan menyebabkan kadar oksigen di air menurun drastis.
Kondisi tersebut membuat ikan kekurangan oksigen hingga mati massal.
Kematian ikan akibat upwelling di Waduk Cengklik diketahui sudah beberapa kali terjadi, terutama saat perubahan cuaca ekstrem dan intensitas hujan tinggi.
(*)