TRIBUNKALTARA.COM - Terungkap sejumlah fakta di balik Persebaya Surabaya bantai Semen Padang, kini armada Bernardo Tavares langsung tatap Derby Jatim di Super League.
Sosok Bernardo Tavares adalah pelatih Persebaya di Super League asal Portugal.
Ia mendampingi langsung Persebaya, saat bertandang ke markas Semen Padang, pada Jumat 15 Mei 2026 kemarin.
Duel Semen Padang vs Persebaya di pekan ke-33 Super League itu digelar di Stadion H Agus Salim.
Hasilnya, Persebaya asuhan Bernardo Tavares menang telak 7-0.
Gol Persebaya dicetak oleh Rivera, Catur, Bruno, Mihailo, serta hattrick Bruno Paraiba.
Hasil ini bikin Persebaya merangsek ke posisi empat klasemen Super League dengan 55 poin.
Sedangkan Semen Padang kini di posisi 17 klasemen Super League dengan 20 poin.
Meski menang besar, nyatanya Bernardo Tavares ungkap fakta anak asuhnya lakoni laga yang tak mudah.
Baca juga: Jadwal Super League Persis Solo vs Persebaya Dilengkapi Statistik Duel
Hal ini jadi bekal tatap Derby Jatim.
Ya, Persebaya akan lakoni partai penutup Super League musim ini, melawan tim asal Jawa Timur lainnya, yakni Persik Kediri.
Duel bertajuk Derby Jatim atau sesama klub asal Jawa Timur itu akan dihelat pada Sabtu 23 Mei 2026.
Duel Derby Jatim itu akan dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, markas Persebaya Surabaya.
Pasca melibas Semen Padang, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares angkat bicara.
Ia mengaku tak mudah melawan Semen Padang.
Meskipun lawan Persebaya itu sudah dipastikan degradasi ke Championship musim depan.
“Skornya memang besar, tetapi pertandingannya tidak semudah itu,” ujar Bernardo Tavares dalam sesi konferensi pers, yang dikutip TribunKaltara.com dari laman Persebaya, pada Sabtu 16 Mei 2026.
Persebaya memang tampil dominan dalam efektivitas serangan.
Statistik menunjukkan Bajol Ijo mencatat 49 persen penguasaan bola. Dari 19 tembakan yang dilepaskan, 10 di antaranya tepat sasaran.
Green Force juga membukukan 12 kreasi peluang serta 47 umpan sukses ke area sepertiga akhir pertahanan lawan.
Efektivitas itu terutama terlihat selepas jeda. Setelah unggul dua gol di babak pertama, Persebaya mengamuk di paruh kedua dan menutup laga dengan kemenangan tujuh gol tanpa balas.
Meski demikian, Bernardo Tavares menyoroti menurunnya reaksi pemain saat kehilangan bola pada penghujung babak pertama.
Menurut Bernardo Tavares, situasi itu tidak boleh terulang ketika menghadapi lawan dengan karakter berbeda seperti Persik.
“Kami tidak cukup bagus dalam reaksi ketika kehilangan bola pada 10 sampai 15 menit terakhir babak pertama.
Kalau itu terjadi lagi saat lawan Persik, kami bisa mendapat masalah,” tegas Bernardo Tavares.
Eks pelatih PSM Makassar itu, menilai gol ketiga dan keempat menjadi titik yang benar-benar mematikan perlawanan Semen Padang.
Setelah itu, permainan praktis sepenuhnya berada dalam kontrol Persebaya.
Namun, kemenangan besar itu tidak mengubah sikap Bernardo Tavares.
Dia meminta para pemain tetap rendah hati dan fokus pada proses pemulihan karena kondisi skuad belum sepenuhnya ideal.
“Sekarang fokus kami recovery dan melihat kondisi pemain.
Beberapa pemain belum 100 persen fit.
Kami harus tetap rendah hati dan tidak terlena,” kata Bernardo Tavares.
Baca juga: Arema FC vs Persebaya di Super League: Jadwal Kick Off, Lokasi Duel, hingga Head to Head
1 PERSIB BANDUNG 75
2 BORNEO FC SAMARINDA 75
3 PERSIJA JAKARTA 65
4 PERSEBAYA SURABAYA 55
5 DEWA UNITED BANTEN FC 53
6 MALUT UNITED FC 52
7 BHAYANGKARA PRESISI LAMPUNG FC 50
8 BALI UNITED FC 45
9 AREMA FC 45
10 PERSITA 44
11 PSIM YOGYAKARTA 42
12 PERSIK KEDIRI 39
13 PERSIJAP JEPARA 34
14 PSM MAKASSAR 34
15 MADURA UNITED FC 32
16 PERSIS SOLO 28
17 SEMEN PADANG FC 20
18 PSBS BIAK 18
(*)