TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury tetap menjalankan rencananya memberi kesempatan kepada pemain yang jarang tampil meski timnya harus menelan kekalahan telak 0-7 dari Persebaya Surabaya pada pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion H Agus Salim Padang, Jumat (15/5/2026) itu menjadi laga kandang terakhir Kabau Sirah musim ini.
Sejak sebelum pertandingan, Imran memang sudah memberi sinyal bakal melakukan rotasi pemain.
Menurutnya, laga kontra Persebaya menjadi kesempatan penting untuk melihat kemampuan pemain yang selama ini minim menit bermain.
“Dari awal saya sudah bilang kemarin saya akan memberikan kesempatan buat pemain-pemain yang jarang menit bermainnya,” kata Imran usai pertandingan.
Baca juga: Info Cuaca 7 Kota di Sumbar Hari Ini: Sawahlunto, Padang Panjang, dan Pariaman Hujan Ringan
Ia menyebut keputusan tersebut menjadi bagian dari evaluasi tim menghadapi musim depan.
Imran ingin melihat pemain mana saja yang masih layak dipertahankan untuk memperkuat Semen Padang di kompetisi Liga 2 musim depan.
“Karena ini bagus buat tahun depan bagi Semen Padang,” ujarnya.
Pada pertandingan itu, Semen Padang memang tampil dengan banyak perubahan komposisi pemain.
Beberapa pemain yang selama ini jarang mendapat kesempatan tampil dipercaya turun sejak menit awal menghadapi Persebaya.
Meski hasil akhir jauh dari harapan, Imran tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya.
Menurutnya, dalam situasi tim yang tidak ideal, para pemain masih menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan pertandingan hingga akhir.
“Pemain bisa bermain sampai selesai, saya sudah senang banget,” katanya.
Imran juga mengungkapkan sejumlah pemain sebenarnya tampil dalam kondisi tidak bugar.
Namun mereka tetap memaksakan diri bermain demi membantu tim.
“Ada beberapa pemain yang tidak bugar tapi mereka memaksakan untuk main,” ucapnya.
Selain itu, persiapan Semen Padang jelang laga juga sangat minim.
Baca juga: Semen Padang FC Dihajar Persebaya 0-7, Ghifari Azhhari Singgung Minimnya Persiapan Tim
Imran menyebut timnya hanya menjalani satu kali latihan dalam sepekan sebelum menghadapi Persebaya.
“Satu minggu ini kita latihan cuma satu kali,” ujarnya.
Meski demikian, pelatih asal Maluku itu tidak ingin menjadikan situasi tersebut sebagai alasan kekalahan telak yang dialami timnya.
Menurutnya, setiap pemain yang turun ke lapangan harus tetap tampil maksimal.
“Itu bukan menjadi alasan. Ketika mereka memutuskan untuk main, mereka harus 100 persen,” katanya.
Baca juga: WALHI Sumbar Sebut Negara Gagal, Pemerintah Cuma Nonton Tragedi Maut Tambang Emas Sijunjung
Imran juga mengakui Semen Padang kesulitan menghadapi permainan Persebaya, terlebih setelah Ade Kristiano mendapat kartu merah pada babak kedua.
“Setelah kita dapat kartu merah semua berubah,” tuturnya.
Sementara itu, pemain Semen Padang FC, Ghifari Azhhari mengaku kecewa dengan hasil pertandingan tersebut.
Namun ia menyebut minimnya persiapan turut memengaruhi performa Kabau Sirah.
“Kita hanya latihan sekali sebelum pertandingan. Mungkin itu juga efeknya,” kata Ghifari. (*)