Jalan Nasional Aceh Tenggara-Sumut Bertaburan Lubang, Rawan Kecelakaan
Sri Widya Rahma May 16, 2026 12:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TribunGayo.com, KUTACANE - Ruas jalan nasional di Kabupaten Aceh Tenggara yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Provinsi Sumatera Utara (Medan) mengalami kerusakan parah di sejumlah titik, Sabtu (16/5/2026).

Baca juga: Prakiraan Cuaca Aceh Tenggara Besok 16 Mei 2026: Mayoritas Alami Udara Kabur

Kondisi jalan berlubang, tergenang air, bergelombang, hingga retak seperti kulit buaya ditemukan di kawasan Pekan Lawe Sigala-gala, Desa Kuning, Biakmuli, Terutung Megara, Bambel Gabungan, Lawe Kihing, Kutacane Lama, Pulo Latong, Kota Kutacane, serta sejumlah titik lainnya di sepanjang ruas jalan nasional tersebut.

Keluhan Pengguna Jalan

"Jalan nasional berlubang ini rawan terjadi kecelakaan berlalu lintas, apalagi kenderaan bermotor yang melintas dari arah berlawanan mencuri arus jalan kenderaan lainnya karena mengelakkan jalan berlubang.

Kondisi ini cukup rawan terjadi kecelakaan berlalu lintas di daerah itu," ujar salah seorang supir mobil penumpang (Mopen) Pedesaan Kutacane-Lawe Pakam, Annazri kepada TribunGayo.com pada Sabtu (16/5/2026).

Ia mengatakan, kerusakan cukup parah terlihat di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kuning, kawasan Titi Pasir Kecamatan Semadam, hingga Biakmuli menuju Kota Kutacane.

Menurutnya, beberapa titik jalan yang rusak parah tidak terlihat jelas karena tertutup genangan air, sehingga kerap membuat pengendara nyaris terjatuh.

Baca juga: Banjir Bandang di Aceh Tenggara Rusak 53 Rumah, Berikut Rinciannya

"Kami minta BPJN Aceh segera memperbaiki ruas jalan nasional didaerah itu, karena kendaraan bermotor padat melintas pada pagi hari hingga sore harinya," tambah Bukhori, salah seorang pengendara sepeda motor. 

Hal senada disampaikan Joni, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aceh Tenggara.

Ia menilai kerusakan jalan nasional di sejumlah titik sudah berlangsung lama.

Bahkan, beberapa ruas jalan disebut pernah diperbaiki, namun kembali rusak akibat genangan air yang disebabkan saluran drainase atau parit tersumbat.

"Jalan nasional rusak di daerah itu, selain berdampak terhadap rawan terjadi kecelakaan berlalu lintas bagi pengendara, juga dapat menyebabkan mobil truk berbuatan tonase dapat rusak pada bagian laher, per daun atau as roda yang patah karena jalan berlubang," tambah Hendri, sopir Mopen Kutacane-Medan dan Gayo Lues.

Sementara itu di lokasi terpisah PPK 35 BPJN Aceh, Jaya Yuliadi yang dikonfirmasi wartawan TribunGayo.com belum berhasil. (*)

Baca juga: Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Hari Ini 15 Mei 2026 Turun, Pengamat: Solusinya Bangun Pabrik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.