Keluarga Bripka Arya Supena Akan Kirim Doa 7 Hari Kepergian Ksatria Bhayangkara
Reny Fitriani May 16, 2026 02:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Keluarga Bripka (Anumerta) Arya Supena akan kirim doa 7 hari kepergian ksatria Bhayangkara. 

Istri Bripka Arya Supena, Jovitatri melalui insta story 6 jam lalu memberikan informasi bahwa akan digelarnya doa bersama yasinan dan tahlil. 

Flayer undangan tersebut tertera foto Bripka Arya Supena berikut jadwalnya tahlilan. 

"Undangan Yasin dan Tahlil, Kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir dalam acara Yasinan & Doa Bersama atas Berpulangnya Bripka (Anumerta) Arya Supena pada Sabtu, 16 Mei 2026, bada isya".

"Kediaman Bripka (Anumerta) Arya Supena, S.H., M.Pd., Jl. Mata Intan No. 35, Segala Mider, T. Karang Barat, Bandar Lampung".

Baca Juga: Ayahanda Pikirkan Nasib 2 Anak Bripka Arya Supena, Berharap Dukungan Polri

"Kami berharap kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i untuk bersama-sama mendoakan agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT".

"Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hormat Kami, Keluarga Besar Bripka (Anumerta) Arya Supena, S.H., M.Pd".

Tinggalkan 2 Anak

Bripka Anumerta Arya Supena yang gugur ditembak pelaku curanmor tinggalkan dua anak yang masih kecil.

Anak pertama berusia 6 tahun dan yang kedua berusia 3 tahun. 

Di usia yang masih sangat kecil, mereka harus kehilangan sosok ayah yang selama ini menjadi pelindung sekaligus tulang punggung keluarga.

"Anak almarhum ada dua, yang satu umur 6 tahun dan yang kecil umur 3 tahun. Mereka masih sangat butuh sosok ayah," kata Sukadi, ayah Bripka Arya Supena, Jumat (15/5/2026).

Bagi Sukadi, memastikan masa depan kedua cucunya adalah prioritas utamanya saat ini. 

Ia sadar bahwa tumbuh kembang dan pendidikan kedua cucunya kini menjadi tanggung jawab besar yang harus diperjuangkan di tengah duka yang belum usai.

Dalam kesempatan tersebut, Sukadi menyampaikan permohonan tulus kepada pimpinan tertinggi kepolisian. 

Ia berharap ada perhatian khusus dari institusi Polri terhadap keberlangsungan hidup dan masa depan pendidikan kedua anak Arya.

"Kami sangat berharap kepada Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda Lampung untuk memberikan perhatian kepada kedua anak almarhum. Mereka masih kecil-kecil," ucap Sukadi.

Harapan ini disampaikan Sukadi bukan tanpa alasan.

Arya gugur bukan karena kelalaian, melainkan karena dedikasinya yang tinggi terhadap tugas. 

Meski sudah lepas dinas, kata dia, naluri kepolisiannya untuk menolong masyarakat tetap menyala hingga tetes darah terakhir.

Sukadi mengenang Arya sebagai sosok yang sangat disiplin sejak masa persiapan masuk polisi.

Kegigihan Arya yang rela tidak pulang berbulan-bulan demi bimbingan belajar, hingga pola hidup sehat tanpa rokok, menjadi kenangan yang akan selalu ia ceritakan kepada kedua cucunya kelak.

Kini, Sukadi hanya berharap kedua cucunya dapat tumbuh besar dengan bangga atas nama besar ayahnya. 

Ia berharap dukungan dari institusi Polri dapat membantu mewujudkan masa depan yang layak bagi anak-anak seorang pahlawan yang gugur demi keamanan masyarakat Lampung tersebut.

"Saya selalu pesan ke dia, jadilah polisi yang baik dan cari rezeki yang halal. Itu yang dia pegang sampai meninggal," kenang Sukadi.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra/Fajar Ihwani Sidiq) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.