TRIBUNPEKANBARU.COM - Fenomena antrean solar yang terjadi di berbagai SPBU menjadi sorotan publik.
Kondisi ini juga dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Seperti pengakuan sejumlah sopir truk di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) yang mengeluhkan maraknya aksi pemalakan dan pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oleh sekelompok preman di area sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Para sopir dipaksa membayar tarif tertentu agar diperbolehkan masuk dalam antrean pengisian bahan bakar jenis solar.
Salah seorang sopir truk, Muhajid, menceritakan pengalamannya saat hendak mengisi solar di salah satu SPBU yang berlokasi di Jalan Trikora, Banjarbaru. Ia didatangi oleh seorang pria yang meminta uang parkir antrean dengan nominal yang cukup fantastis, yakni sebesar Rp 220.000.
Jika menolak membayar, para sopir diancam akan diusir paksa dari jalur antrean dan posisinya digantikan oleh kendaraan lain. Demi mendapatkan bahan bakar untuk bekerja, Muhajid terpaksa menuruti permintaan tersebut.
"Praktik seperti ini sudah lama dirasakan oleh sopir truk seperti saya. Kemarin dimintai Rp 220.000, kadang juga di atas itu. Kalau tidak dikasih, enggak bisa antre isi solar," ujar Muhajid kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).
Baca juga: Sering Diejek, Prabowo Mengaku Tak Ambil Pusing: Saya Kenyang Diejek, Biar Saja
Baca juga: AHY Ingatkan Jaga Kekompakan, Agung Nugroho Terpilih Aklamasi Pimpin Demokrat Riau
Menurut Muhajid, aktivitas premanisme ini tidak hanya terlokalisasi di satu titik saja, melainkan sudah menyebar ke beberapa SPBU lain di wilayah Banjarbaru hingga ke Kabupaten Banjar. Keluhan serupa juga dilontarkan oleh Doni, sopir truk lainnya yang mengaku pasrah dengan keadaan tersebut.
"Ya mau bagaimana lagi, terpaksa kami bayar supaya bisa antre beli solar," keluh Doni.
Para oknum tersebut dinilai sengaja memanfaatkan situasi kelangkaan atau kepadatan antrean solar untuk menetapkan tarif parkir sepihak demi keuntungan pribadi.
Merespons keresahan para pengguna jalan tersebut, jajaran kepolisian dari Polres Banjarbaru langsung bergerak cepat dengan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik pengisian bahan bakar pada Jumat siang.
Kabag Ops Polres Banjarbaru, Kompol Agus Sugianto, menyebutkan ada lima SPBU yang disisir oleh petugas guna memastikan sekaligus memberantas praktik premanisme tersebut. Namun, saat polisi tiba di lokasi, situasi antrean kendaraan terpantau sudah berjalan dengan normal dan petugas tidak menemukan adanya aktivitas pungli di lapangan.
"Kita cross-check langsung, bahwa diakui para sopir tidak ada ditemukan lagi adanya pungutan, baik parkir maupun prioritas antrean atau pungutan-pungutan lain dari para preman,” terang Agus seusai memimpin jalannya sidak, Jumat (15/5/2026).
Guna mengantisipasi kucing-kucingan antara oknum preman dan petugas, Polres Banjarbaru memastikan akan memperketat pengawasan di seluruh SPBU secara rutin dan berkala.
"Bila memang masih ada pungutan, silakan laporkan kepada kami. Kami siap menindaklanjuti 24 jam. Pengawasan rutin akan terus kami pertahankan demi kenyamanan bersama," tegas Agus.