Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pemerintah Kabupaten Jayapura berkomitmen meningkatkan fasilitas pendidikan dan pelayanan publik di Distrik Unurum Guay.
Hal ini ditegaskan oleh Bupati Jayapura, Yunus Wonda, saat meresmikan Lapangan Bola Voli SMP Negeri 1 Buasum sekaligus meninjau rehabilitasi Gedung Kantor Distrik Unurum Guay, Sabtu (17/5/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati Yunus Wonda menyampaikan bahwa pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan sektor pendidikan untuk memutus rantai putus sekolah akibat kendala geografis.
Baca juga: Polda Papua Siagakan 3 SSK Brimob untuk Redam Perang Suku di Jayawijaya
Pada tahun anggaran ini, pemkab fokus melakukan rehabilitasi sejumlah bangunan sekolah, di antaranya SD Buasum dan SMP Buasum.
Sementara untuk jenjang pendidikan menengah atas, pemkab berencana merealisasikan pembangunan SMA di wilayah tersebut mulai tahun depan.
Langkah ini diambil agar anak-anak tidak perlu menempuh jarak terlalu jauh ke distrik lain unntuk sekolah.
“Terkait SMA, minggu depan saya akan panggil Kepala Dinas Pendidikan supaya tahun depan pembangunan penambahan gedung sudah harus dilakukan dan semua fasilitas pendidikan harus ada di sini,” ujar Yunus Wonda.
Menurut Bupati, jarak yang terlalu jauh menuju sekolah kerap menjadi pemicu utama anak-anak enggan melanjutkan pendidikan.
“Kalau harus ke Bonggo atau kembali ke Nimbokrang itu terlalu jauh. Saya mengerti anak-anak pasti banyak yang tidak melanjutkan sekolah. Pemerintah akan pastikan SMA kembali beroperasi dan guru-guru juga akan direkrut,” terangnya.
Lebih lanjut, Yunus Wonda menegaskan bahwa investasi terbesar daerah ada pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), bukan sekadar infrastruktur fisik.
“Jalan dan gedung bukan masa depan. Anak-anak kitalah masa depan. Generasi inilah yang akan melanjutkan dan memimpin negeri ini,” tegasnya.
Baca juga: Konflik Antarwarga di Jayawijaya Meluas, Dua Orang Tewas dan 609 Warga Mengungsi
Di sisi lain, Bupati Yunus Wonda mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para Ondoafi dan kepala suku di wilayah Unurum Guay, untuk bersinergi mendukung program pembangunan.
Ia menyoroti maraknya aksi pemalangan yang kerap menjadi batu sandungan bagi percepatan pembangunan di Kabupaten Jayapura.
Secara tegas, ia menyatakan pemerintah tidak akan ragu untuk menghentikan atau mengalihkan program pembangunan jika mendapati adanya aksi pemalangan dari warga setempat.
“Jangan ada lagi palang-memalang di Kabupaten Jayapura. Itu menjadi hambatan terbesar yang membuat pemerintah sulit bergerak cepat mengejar ketertinggalan. Kalau ada kampung atau masyarakat yang melakukan palang, maka program pembangunan tidak usah dilanjutkan dan akan dipindahkan ke tempat lain,” cetusnya.
Selain fokus pada sektor pendidikan, Pemkab Jayapura juga menjadwalkan pengaspalan jalan di wilayah lingkar perusahaan yang berada di Distrik Unurum Guay pada tahun ini.
Infrastruktur jalan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, khususnya akses bagi anak-anak menuju sekolah.
Menutup rangkaian agendanya, Bupati Jayapura turut memberikan apresiasi tinggi kepada para guru serta tenaga kesehatan yang dinilai tetap setia memberikan pelayanan prima kepada masyarakat di wilayah pelosok Kabupaten Jayapura. (*)