TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU- Jelang Hari Raya Idul Adha, Pemkab Malinau mulai membahas rencana distribusi alokasi dana hibah untuk Masjid di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.
Pembahasan ini dilakukan lebih awal sebagai bagian dari langkah teknis Pemkab Malinau memetakan kebutuhan rumah ibadah menjelang hari besar keagamaan.
Selain akomodasi dan fasilitas rumah ibadah, pemenuhan serta mekanisme penyaluran hewan kurban bagi masyarakat muslim di wilayah perkotaan hingga pedalaman turut menjadi perhatian.
Wakil Bupati Malinau Jakaria menyampaikan koordinasi pemetaan kebutuhan pelaksanaan hari raya melibatkan pengurus serta kepanitiaan yang menanganinya.
Baca juga: Jelang Idul Adha, Malinau Kaltara Perketat Skrining Kelayakan Hewan Kurban
"Di mana seperti biasa, Pemerintah daerah mengalokasikan dana hibah setiap tahun untuk PHBI (Panitia Hari Besar Islam) . Sementara ini untuk jumlah dan hewan kurban dibahas bersama PHBI," ujar Jakaria, Sabtu (16/5/2026).
Penentuan jumlah pasokan ternak yang akan didistribusikan saat ini masih menunggu hasil verifikasi dan pendataan dari PHBI Malinau.
Evaluasi terhadap penyaluran pada tahun sebelumnya juga dijadikan acuan agar pembagian bantuan hewan kurban pada tahun ini bisa lebih merata dan tepat sasaran.
Melalui komunikasi berkala bersama pengurus masjid, pemerintah daerah mengharapkan kendala teknis terkait ketersediaan ternak kurban dapat diantisipasi sejak dini.
"Untuk jumlahnya masih dibahas. Karena harga kurban terutama sapi juga itu ada kenaikan dari tahun sebelumnya. Nanti untuk kepastiannya disampaikan PHBI," ucapnya.
Baca juga: Jelang Idul Adha 2026, Puluhan Stok Hewan Kurban Tersebar di 9 Lokasi Kabupaten Malinau
Umumnya, alokasi dan distribusi hewan kurban dijatah secara rutin untuk Masjid perkotaan hingga yang terjauh ke wilayah Malinau Selatan.
Rencana pengadaan tahun ini juga mempertimbangkan kenaikan harga ternak setahun terakhir, termasuk kelayakan hasi pemeriksaan Dinas Pertanian bidang peternakan di 2026.
(*)
Penulis : Mohammad Supri