TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan pujian kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait dua program yang dijalankan Polri, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penanaman jagung nasional.
Sebagai informasi, Badan Gizi Nasional (BGN) telah melibatkan Polri dan TNI dalam operasional Program MBG.
Polri juga turut terlibat dalam penanaman jagung setelah menjadi bagian dari Gugus Tugas Ketahanan Pangan yang dibentuk untuk mendukung program swasembada pangan nasional.
Menurut Prabowo, MBG yang dijalankan oleh Polri memiliki nilai positif dalam hal kebersihan dan ketertiban.
Mantan Menteri Pertahanan RI (2019-2024) itu mengaku, dirinya bukan sosok yang mudah memberikan pujian, tetapi berusaha objektif karena melihat kinerja Polri yang baik dalam mendukung program MBG.
Hal ini disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato dalam acara Panen Raya Jagung Serentak dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, Sabtu (16/5/2026), dikutip dari tayangan di kanal YouTube Sekretariat Presiden.
"Saya lihat Pak Listyo ini berhasil ya. MBG aku lihat hebat, paling bersih, tertib. Ini bukan saya sok muji-muji loh. Aku pelit juga tuh kalau kasih penghargaan. Tapi, saya ingin objektif," tutur Prabowo.
Kemudian, Prabowo menyoroti panen raya jagung yang sudah digelar oleh Polri.
Ia mengungkap, sudah tiga kali diundang Listyo ke panen raya jagung dan ada banyak inovasi dari hasil olahan komoditas pangan tersebut.
"Habis itu, jagung. Dua kali ya, kau undang saya panen raya?" kata Prabowo, yang dijawab oleh Listyo yang berada di kursi hadirin sembari berdiri, "Tiga kali."
"Sudah tiga kali, ketiga ini. Habis itu ada pameran stand-stand itu ya kan, dan ada selalu bukti inovasi, inovasi, inovasi."
Baca juga: Profil Museum Marsinah yang Diresmikan Presiden Prabowo, Simbol Penghormatan Perjuangan Buruh
Prabowo pun mengaku senang dan lega dengan adanya inovasi dari tanaman jagung berupa briket arang dari bonggol jagung.
Sebab, menurut Ketua Umum Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya), briket arang dari bonggol jagung bisa menjadi solusi alternatif di tengah krisis energi global yang tengah melanda saat ini.
Kata dia, briket tersebut adalah inovasi yang luar biasa.
Mantan Komandan Jenderal Kopassus (1995-1998) itu lantas megucapkan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan kepolisian.
"Ya, bagaimana? Saya gembira, bukan saya pura-pura. Saya lega. Kenapa? Karena dunia krisis energi, negara-negara panik. Tapi sekarang saya dikasih tahu, 'Pak, tenang kita bisa bikin briket arang dari tongkol [bonggol, red] jagung,'" papar Prabowo.
"Waduh, luar biasa. Tadinya tongkol itu dibuang ya, sekarang bisa jadi sumber energi. Luar biasa ini. Terima kasih Kapolri. Terima kasih polisi."
Selanjutnya, Prabowo juga menyatakan, Polri kini dapat membuktikan diri dalam berinovasi meski kerap dicaci-maki dan didesak untuk melakukan reformasi institusinya.
Menurut dia, Polri kaya akan sumber daya manusia yang penuh inovasi karena dekat dengan masyarakat dan akademisi kampus.
Lebih lanjut, Prabowo menyebut, briket arang dari bonggol jagung tersebut adalah keajaiban.
"Polisi RI, kalian sering dicaci maki sedikit-sedikit. Polri beglini, Polri begitu. Benar enggak? Minta reformasi reform. Iya kan? Tapi kalian sekarang buktikan," ujar Prabowo.
"Ini saya bukan memuji-muji sekali lagi, tapi benar di tengah krisis Indonesia punya putra-putri yang inovatif, yang tidak menyerah-menyerah, yang berani mencari ilmu."
"Karena kalian dekat sama rakyat, kalian dekat, kalian dekat sama kampus, kalian dekat sama insinyur sarjana-sarjana itu.
"Makanya kalian tahu ini luar biasa. Briket arang dari tongkol ini nanti, saya setuju miracle. Miracle ini ya."
Dalam acara yang sama pada Sabtu hari ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri berhasil merealisasikan panen jagung sebanyak 3,9 juta ton sepanjang 2025 sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.
Hal itu disampaikan Sigit langsung di hadapan Prabowo.
“Mohon izin melaporkan Bapak Presiden, guna mewujudkan swasembada pangan nasional pada tahun 2025, Polri berhasil merealisasikan penanaman jagung pada lahan seluas 661.112 hektar dengan hasil panen sebanyak 3,9 juta ton,” papar Listyo.
Menurut dia, capaian tersebut turut mendukung peningkatan produksi jagung nasional sepanjang 2025.
“Hal ini juga turut mendukung peningkatan produksi jagung nasional tahun 2025 sebesar 6,74 persen atau 1,8 juta ton,” kata dia.
Kemudian, Listyo memaparkan capaian panen raya jagung pada 2026 sejauh ini.
Ia mengungkap, panen raya jagung kuartal pertama digelar pada 8 Januari 2026 dengan hasil mencapai 884.129 ton di lahan seluas 91.000 hektar.
Lalu, untuk panen raya kuartal kedua yang digelar Sabtu ini, luas lahan mencapai 189.760 hektar dengan potensi hasil panen sekitar 1,23 juta ton.
Selain panen jagung, Listyo juga mengungkap, Polri telah membangun 1.376 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia untuk mendukung program MBG.
"Dalam mendukung program makan bergizi gratis, sampai dengan hari ini kami laporkan bahwa Polri telah memiliki 1.376 SPPG," kata Listyo.
Dari jumlah tersebut, 736 SPPG sudah beroperasi, 172 dalam tahap persiapan operasional, dan 468 masih dibangun.
Jika seluruhnya aktif, fasilitas ini diperkirakan mampu melayani 3,44 juta orang sekaligus menyerap sekitar 68 ribu tenaga kerja.
"Apabila seluruh SPPG telah beroperasi, diproyeksikan dapat memberikan manfaat bagi 3,44 juta orang dan menyerap 68 ribu tenaga kerja," ujar Listyo.
Listyo mengatakan, Polri juga menargetkan pembangunan hingga 1.500 SPPG pada tahun 2026 guna memperluas layanan pemenuhan gizi masyarakat.
(Tribunnews.com/Rizki A.)