Banyak Negara Minta Beras RI, Prabowo Minta Bulog Jangan Jual Terlalu Murah
GH News May 16, 2026 08:08 PM
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengatakan ketersediaan pangan merupakan masalah hidup dan mati suatu bangsa. Menurutnya, penting bagi negara untuk mencapai swasembada pangan dan tidak bergantung pada impor, khususnya pada produk pangan utama seperti beras di Indonesia.

"Survival bangsa bukan sekedar lebih murah di mana tapi ada atau tidak, dan akhirnya sejarah, takdir, dan kenyataan membuktikan bahwa karena kita sudah lebih dulu aman soal pangan, krisis apapun di luar negara kita relatif lebih aman," kata Prabowo dalam peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih seperti dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5/2026).

Prabowo mengatakan pentingnya ketersediaan pangan semakin terlihat di tengah gejolak geopolitik global saat ini. Banyak negara produsen pangan mulai menutup lumbung mereka demi menjaga stok dalam negeri.

Akhirnya mau tak mau, negara-negara yang selama ini bergantung pada impor harus meminta kepada Indonesia agar mereka bisa membeli beras.

"Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita, minta beli beras dari kita. Tetangga-tetangga kita, mereka-mereka yang lebih hebat dari kita, yang menganggap dirinya lebih hebat dari kita, tapi sekarang harus datang ke Indonesia minta 'boleh nggak kita beli beras?'," ujar Prabowo.

"Ada yang masih harga diri, agar lambat mintanya. Mungkin dia berusaha beli lagi dari mana. Ternyata beberapa hari yang lalu, India mengumumkan tutup, tidak ekspor beras, jagung, gandum. India tutup. Disusul oleh Bangladesh, tutup. Akhirnya, ada juga negara-negara yang akhirnya datang juga ke kita," sambungnya.

Prabowo mengaku sejumlah negara sudah menghubungi Indonesia untuk mengimpor beras. Meski dalam pelaksanaan banyak yang meminta potongan harga alias mendapatkan diskon atau korting.

"Ingat, krisis bisa lama ini, yang utama kita amankan rakyat kita dulu. Jadi, ada juga mau beli beras, habis itu minta korting, banyak banget kortingnya," ujarnya.

Jika negara tersebut benar-benar membutuhkan, Prabowo mengatakan Indonesia siap membantu dengan membuka keran ekspor. Tentu dengan harga jual yang dinilai menguntungkan bagi para petani.

Oleh karenanya, ia meminta secara khusus kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Perum Bulog untuk tidak menjual beras Indonesia dengan harga murah. Tidak boleh dijual dengan harga yang terlalu mahal, tapi jangan juga terlalu murah.

"Saya bilang, beri. Kalau mereka butuh, kita harus bantu. Kita jual kepada mereka, tapi harganya ya, yang oke lah. Jangan petani kita korban, ya kan? Harga harus minimal untung dikit lah. Pak Amran ya. Dirut Bulog mana? Jangan jual terlalu murah. Jangan getok tapi jangan jual terlalu murah," tegas Prabowo.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.