Jakarta (ANTARA) - Indonesian Basketball League (IBL) mengumumkan lima pelatih yang masuk dalam kandidat peraih penghargaan IBL Coach Of The Year 2026, setelah memimpin tim masing-masing guna melalui musim reguler yang ketat.
Kelima pelatih itu adalah David Singleton (Pelita Jaya Jakarta), Djordje Jovicic (Satria Muda Pertamina Bandung), Cesar Camara Peres (Bogor Hornbills), Agusti Julbe Bosch (Dewa United Banten), dan Wahyu Widayat Jati (Hangtuah Jakarta).
"Para pelatih yang menjadi kandidat sangat menarik lewat pencapaian bagus di tim masing-masing," kata Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah di Jakarta, Sabtu.
Dia mengatakan, persaingan liga yang semakin ketat memaksa para pelatih untuk memutar otak lebih keras dari sebelumnya, sehingga penghargaan tersebut nantinya layak diberikan kepada pemenang.
Lebih lanjut dia mengatakan, ada sejumlah syarat dan kriteria penilaian untuk mendapatkan penghargaan itu.
Pertama, pelatih kepala terkait harus memimpin pertandingan minimal sebanyak 10 laga. Kemudian yang kedua, yaitu jumlah pelanggaran yang dikenakan kepada pelatih (technical coach dan technical bench).
Junas menambahkan, kriteria penilaiannya dimulai dari team nett rating musim yang harus positif, beserta dengan grafiknya.
Pihak IBL juga menilai bagaimana pelatih meningkatkan tim dalam setahun.
Peningkatan performa itu, tambah dia, akan mengacu pada grafik atau persentase kemenangan tim. Pelatih juga diharapkan memberi dampak terhadap peningkatan tim dari musim sebelumnya, alias perbandingan dalam team nett rating dan persentase kemenangan.
Lalu juga ada dampak pelatih terhadap kinerja tim dan grafik yang konsisten dari peringkat tim.
Dirut IBL sejak 2019 itu menyatakan, pemenang penghargaan akan ditentukan melalui voting yang melibatkan seluruh pelatih kepala IBL, serta 10 perwakilan media dan analis basket nasional. Sedangkan pengumuman IBL Awards 2026 dilakukan pada pekan depan.
Sementara itu berdasarkan data IBL, di antara kelima pelatih yang menjadi kandidat, David Singleton merupakan pelatih terbanyak yang masuk nominasi, sekaligus peraih penghargaan.
Tercatat dia meraih penghargaan pelatih terbaik pada edisi 2021, 2022, 2023, dan 2024. Penghargaan pertama diraih bersama Bima Perkasa Jogja, sedangkan sisanya saat melatih Prawira Bandung.
Dominasi pelatih asal Amerika Serikat itu terhenti pada edisi 2025, karena penghargaan tersebut diraih oleh Anthony Garbelotto yang berkebangsaan Inggris saat melatih RANS Simba Bogor.





